Sabtu, 3 November 2012

Penganut Agama Syiah Kembali Kepada Islam

SAMPANG (Arrahmah.com) - Mengikuti jejak yang lain, Hari Kamis, (01/11/2012), sekitar 9 orang mantan pengikut Tajul Muluk pembawa ajaran Syiah di Sampang menyatakan kembali pada ajaran Ahlus Sunnah. Sebelumnya, sekitar 30 mantan penganut Tajul Muluk, juga sudah menyatakan kembali ke Ahlus Sunnah.

Prosesi ikrar dalam bentuk pernyataan sikap kembali pada ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, Madura.

"Prosesi kali ini malah banyak saksinya. Di antaranya ada Kepala Dusun, wakil NU, dan beberapa wakil pemerintah kabupaten propinsi yang cukup lengkap, " ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, KH. Syaifuddin, yang ikut menjadi saksi dalam acara tersebut.

Nama-nama mantan pengikut Tajul Muluk yang menyatakan diri kembali pada Ahlus Sunnah itu adalah; Busani, Maliha, Bimar, Badril, Amu'I, Marchatab, Abdus, Rasyid dan Sahra.

"Mereka semua adalah warga desa Blu'uran, Omben, Sampang-Madura, " tambah Kiai Syaifuddin seperti dimuat hidayatullah.com, Jumat (02/11/2012).

Menurut Kiai Syaifuddin, nama-nama itu hanya simbolis, karena mereka mewakili para istri, anak-anak serta keluarga mereka semua.

Menjelang hari Raya Idul Adha, sekitar 30 pengikut Tajul Muluk, sudah menyatakan kembali ke ajaran semula, Ahlus Sunnah Wal Jamaah (mayoritas warga Madura NU-red).

Dalam prosesi ikrar itu,30 mantan pengikut Tajul Muluk ini mengaku selama ini telah dibohongi. (bilal/arrahmah.com)

Sumber : arrahmah.com

Isnin, 6 Ogos 2012

48 Pengawal Revolusi Iran Ditangkap Tentera Pembebasan Syria


Pemberontak Suriah anti Assad mengklaim bahwa 48 warga Iran yang diculik pada Sabtu lalu adalah anggota Garda Revolusi Iran dan bukan peziarah seperti yang Iran tuduhkan, dalam sebuah rekaman yang ditayangkan secara eksklusif oleh Al Arabiya TV.

Para pejuang menangkap 48 dari (milisi) Shabiha Iran yang dalam misi pengintaian di Damaskus," kata seorang pria berpakaian sebagai seorang perwira tentara pembebasan Suriah, dalam video yang disiarkan Al Arabiya.

"Selama penyelidikan, kami menemukan bahwa beberapa dari mereka adalah petugas dari Garda Revolusi," katanya, menunjukkan dokumen ID yang diambil dari salah satu orang yang tampil dengan latar belakang dengan bendera kemerdekaan besar Suriah yang dipegang oleh dua pria bersenjata di belakang mereka.

Abdel Nasser Shmeir, yang diwawancarai kemudian oleh Al Arabiya dan mengaku sebagai komandan Brigade Al-Baraa, memberikan rincian yang sama.

"Mereka semuanya 48 orang, di samping seorang penerjemah Afghanistan," katanya, mengklaim bahwa para tawanan adalah anggota dari 150 orang yang dikirim oleh Iran untuk "pengintaian di wilayah Suriah."

Iran telah mengajukan banding ke Turki dan Qatar, baik dengan hubungan dekat dengan oposisi Suriah, untuk membantu mengamankan pembebasan para sandera yang mereka klaim peziarah yang mengunjungi kuil Sayyida Zeinab, sebuah situs ziarah Syiah di pinggiran tenggara Damaskus.(fq/aby)

Sumber : Era Muslim.com

Khamis, 26 Julai 2012

Mengenal Khawarij


DEFINISI KHOWARIJ

Ditinjau secara bahasa, khawarij adalah bentuk jama` dari kata kharij, yaitu isim fa`il dari kata kharaja yang berarti keluar, hal itu disebabkan karena keluarnya mereka dari dien atau keluarnya mereka dari imam, bahkan keluarnya mereka dari manusia.

Ditinjau secara istilah, para ulama` berbeda dalam hal ini :

1. Ada yang memaksudkan khawarij secara umum yaitu sebagai satu sikap politik. Siapa saja yang` keluar` dari ketaatan kepada imam yang kepemimpinannya itu dibenarkan menurut syar’i, kapan pun itu terjadi.

Imam Asy-Syahrastaniy memberikan komentar, : ” Tiap-tiap orang yang keluar dari imam yang haq, yang telah di sepakati oleh jama`ah, maka ia dinamakan khawarij, baik itu terjadi pada masa shahabat yaitu keluarnya mereka dari khalifah yang empat ataupun pada masa tabi`in serta imam-imam pada setiap masa”.

2. Ada juga yang mengkhususkan khawarij untuk kelompok yang keluar dari Imam Ali ra saja.

Imam Al-Asy`ariy berkata :”Faktor yang menyebabkan mereka disebut khawarij adalah keluarnya mereka dari Ali bin Abi Thalib”.

Imam Ibnu Hazm menambahkan bahwa istilah khawarij itu dinisbatkan juga kepada semua kelompok atau pecahan yang dahulu keluar dari Ali bin Abu Thalib atau yang mengikuti paham mereka, kapan pun itu terjadi.

3. Sebagian ulama` Ibadhiyah berpendapat :”Mereka adalah sebagian kelompok manusia pada zaman Tabi`in dan Tabiuttabi`in. Yang pertama kalinya adalah Nafi` bin Azrad “. Akan tetapi pendapat ini lemah karena ulama` firoq tidak ada yang berpendapat seperti itu, kecuali dari golongan Ibadhiyah.

Ghalib bin Ali A`waj berkata :” Yang paling rajih ( kuat ) adalah pendapat yang kedua karena banyaknya ulama` firoq yang berpendapat seperti itu.

Firqah khawarij sering pula disebut dengan beberapa nama lain, seperti :

Al-Haruriyah ( dinisbahkan kepada nama wilayah dekat kufah, tempat mereka berada ), Asy-Syarah (orang-orang yang rakus, versi mereka ini dinisbat kepad asyira` ( membeli ) yang termuat dalam Qs. At-Taubah :11), Al-Mariqah ( yang lepas dari islam, ini adalah nama yang diberikan oleh Nabi ), Al-Muhakkimah ( karena mereka menolak tahkim antara Ali dan Mu`awiyah ), dan An-Nawashib ( karena kebencian mereka terhadap Ali bin Abi thalib ).

II. WAKTU KEMUNCULAN KHOWARIJ

Para ahli tarikh berbeda pendapat tentng awal kemunculan firqah khawarij, secara ringkas pendapat mereka adalah sebagai berikut :

1. mereka muncul pada masa Nabi, yaitu ketika berdirinya Dzul Khuwaishirah untuk menentang dan mengomentari pembagian ghanimah yang dilakukan oleh Nabi, bahwa beliau tidak adil. Perbuatan Dzul Khawaishirah tidak bisa disebut firqah khawarij karena dilakukan sendirian, akan tetapi bisa dikatakan bahwa benih-benih khawarij telah ada pada masa Rasulullah saw, ini pendapat Ibnu Hazm dan Ibnu Jauzi, serta yang lainnya.

2. mereka muncul pada masa kekhilafahan `Utsman bin `Affan, ini adalah pendapat : Ibnu Katsir dan Ibnu Abi iz. Akan tetapi yang dimaksud disini adalah : bahwa mereka para `bughat` yang bertujuan untuk membunuh `Utsman bin Affan` dan mengambil harta bendanya. Jadi mereka tidak bisa disebut sebagai firqah khawarij, karena mereka hanya keluar dari ketaatan kepada imam bukan sebagaimana khawarij yang memiliki keyakinan tersendiri.

3. Mereka muncul pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Thalib yaitu ketika Thalhah dan Zubeir keluar dari kepemerintahan`Ali, akan tetapi pendapat ini tertolak karena keduanya termasuk sepuluh orang yang di jamin masuk jannah, maka tidak mungkin keduanya mempunyai sifat-sifat khawarij.

4. Firqah khawarij muncul ketika mereka keluar dari peristiwa tahkim antara Ali dan Mu`awiyah. Pendapat ini adalah pendapat yang rajih.( Firaq ma`ashirah : 70-71, Talbis Iblis hal :104-105, Al-milal Wan-Nihal : 1/ 114 )

III. SEBAB-SEBAB KELUARNYA KHAWARIJ

Para ahli tarikh berbeda pendapat mengenai sebab-sebab yang mendasari keluarnya firqhah khawarij. Dibawah ini adalah sebab-sebab yang paling penting, yang mencakup pendapat-pendapat para ulama` :

1 . Perbedaan pendapat tentang masalah khilafah. Dan inilah kemungkinan sebab yang paling kuat, dikarnakan seseorang tidak berhak menjadi khalifah sebelum memenuhi kreteria yang mereka tentukan.

2 . Permasalahan tahkim.

3 . para penguasa yang dzalim.

4 . Ashabiyah qabilah ( taasub terhadap kelompoknya ).

5 .Urusan iqthishadiyah ( perekonomian ) seperti kisahnya Dzul Khuwaisirah yang menuduh Rasulullah saw tidak berbuat adil dalam membagi harta ghanimah .

6 . Semangat keagamaan. ( Firaqul Ma`ashirah : 1/74-75 ) .

IV. FIRQOH-FIRQOH PECAHAN KHOWARIJ

Firqah-firqah yang merupakan pecahan dari khawarij sangat banyak sekali. Ada yang berpendapat firqah-firqah tersebut berjumlah empat, lima, tujuh, delapan, bahkan dua puluh lima, dan ada juga yang berpendapat lebih dari tiga puluh. Pada kenyataannya terjadi kesulitan untuk menghitung secara pasti jumlah mereka. Yang demikian itu dikarenakan :

1. Khawarij adalah firqah harbiyah ( militeris ) sehingga para ulama` tidak sempat menghitungnya dengan detail.

2. Khawarij terus berkembang, sehingga melahirkan firqah-firqah pecahan, bersamaan dengan munculnya perbedaan di antara mereka, yang disebabkan oleh masalah yang sangat kecil .

3. Mereka menyambunyikan literatur ( jati diri ) mereka.

Diantara Pecahan-pecahan firqah khawarij tersebut adalah :

1. Al-Muhakkimah.

Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kekhilafahan `Ali bin Abi Thalib, yaitu ketika terjadi tahkim antara `Ali dan Mu`awiyah, mereka berkumpul disebuah tempat yang bernama `Haruuraa` dari arah kufah. Oleh karena itu mereka juga disebut `Haruriyah. Adapun tokoh mereka adalah : `Abdullah bin Kawwa`, `Ataab bin A`war, Abdullah bin Wahab Ar-Raasibiy, Urwah bin jarir, Yazid bin Abi `Ashim Al-Makharibiy, dan Khurqush bin Zuhair Al-Bajaly yang dikenal mempunyai dua payudara yang besar. Mereka semua berjumlah 12000-, pada perang Nahrawan dan dikenal sebagai ahli shalat dan shiyam.

Mengenai mereka Rosulullah telah mensinyalir dengan sabdanya : “ Akan keluar pada kalian, suatu kaum yang shalat mereka mengalahkan shalat kalian, shiyam mereka mengalahkan shiyam kalian dan amal-amal mereka mengalahkan amal-amal kalian. Mereka membaca Al-Qur`an tapi tidak sampai melewati tengorokannya, mereka keluar dari Ad-Dien seperti keluarnya anak panah dari busurnya”. [HR . Bukhari dan Muslim].

Keluarnya mereka pada kurun pertama mencakup dua hal :

1. kebid’ahan mereka dalam hal imamah. Mereka memperbolehkan imamah untuk selain quraisy. Adapun setiap yang sesuai dengan pemikiran mereka, serta setiap manusia yang mereka sifati dengan keadilan dan meninggalkan segala kejelekan bisa menjadi imam. Dan juga siapa saja yang keluar darinya wajib untuk di perangi, kalau imam itu tidak berjalan diatas kebenaran dan keadilan wajib untuk di turunkan atau di perangi, mereka itu manusia yang paling keras perkataanya tentang qiyas.

2. Mereka berkata telah bersalah orang yang berhukum dengan hukum manusia, tidak ada hukum kecuali hukum Allah.

Mereka semua mengingkari Ali bin Abi Tholib dari dua segi :

Pertama : Didalam perundang-undangan.

Kedua : Boleh berhukum pada seseorang, padahal mereka semua dalam masalah itu mendudukkan sebagai hakim, Ali bin Abi Thalib berkata mengenai mereka : kalimat yang haq diperuntukkan untuk yang bathil.

Orang khawarij yang pertama kali di bai’at menjadi imam adalah : Abdullah bin Wahab Ar-Rosibiy di rumah Zaid ibnu Hissin, yang membai’atnya adalah Abdullah ibnul Kawaa’ dan ‘Urwa bin Jarir serta Yazid bin ‘Ashim Al-Haribi dan sebagian dari pengikut mereka.

Pedang yang pertama kali terhunus dari pedang-pedang mereka adalah pedangnya ‘Urwah bin Hadir atau bin Adiyah.

2.Al-Azariqoh.

Mereka adalah sahabat Abi Rosyid Nafi’ bin Azroq yang keluar secara bersamaan dari bashroh ke Ahwaz.

Adapun pemimpin-pemimpin yang bersama Nafi’ adalah ‘Athiyah bin Aswad Al-Hanafi, Abdullah bin Mahuz dan kedua saudaranya ( Usman dan Zubair ), Zubair bin ‘Umair Al-’Ambari, Qothoriy ibnul Faja’ah Al-Mazini, Ubaidah bin Hilal Al-Yaskari, Muharriz bin Hilal, Shohor bin Habib At-Tamimi, dan Shaleh bin Mukhrok Al-’Abdi.

Bid’ah-bid’ah Az-Zariqoh :

1. Mereka telah mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, orang-orang yang tidak mau berperang bersama mereka dan orang-orang yang tidak berhijrah kepada mereka.

2. Mereka membolehkan membunuh anak-anak orang yang menyelisihnya.

3. Tidak merajam orang yang berbuat zina dan tidak menjadikan hukuman qodzaf ( menuduh berbuat zina ) terhadap laki-laki yang mukhshon.

4. Mereka menghukumi anak-anak orang musyrik masuk neraka bersama bapak-bapak mereka.

5. Mereka tidak membolehkan taqiyah didalam perkataan dan perbuatan.

6. Bisa jadi Allah mengutus seorang Nabi, kemudian Nabi tersebut kafir setelah diutus ataupun kafir sebelum di utus Allah.

7. Mereka mengkafirkan pelaku dosa-dosa besar dan meghukuminya keluar dari Islam secara keseluuhan.

3. An-Najdat Al-’Adziriyah.

Mereka adalah sahabat-sahabat Najdat bin ‘Amir Al-Hanafi, yang keluar dari yamamah untuk bergabung dengan Al-Azariqah, akan tetapi ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Abu Fadaik dan `Athiyah bin Al-Aswad ( termasuk bagian dari kelompok yang menyelisihi Nafi` ) kemudian keduanya mengkabarkan apa-apa yang dilakukan Nafi`. Yaitu mengkafirkan orang yang tidak berperang bersamanya, dan bid`ah-bid`ah lainnya serta segala sesuatu yang dilakukan Nafi`. Akhirnya mereka membaiat Najdat dan menyebutnya sebagai amirul mikminin .

Adapula yang berpendapat bahwa Najdat dan Nafi` berkumpul di makkah bersama orang-orang khawarij menghadap Ibnu Zubair, kemudian keduanya memisahkan diri darinya, setelah itu terjadi perselisihan antara Najdat dan Nafi`, maka Nafi` pergi ke basrah sedangkan Najdat pergi ke yamamah. Adapun sebab perselisihan keduanya adalah : karena Nafi` berpendapat bahwa taqiyah itu tidak diperbolehkan, serta orang yang tidak ikut berperang adalah kafir, berdalil dengan firman Allah ( surat An-Nisa`: 77 dan Al-Maidah : 54 ). Sedangkan Najdat berpendapat bahwa taqiyah diperbolehkan. Dengan dalil firman Allah ( Ali-Imran : 28 dan Al-Mu’min : 28), serta orang yang tidak ikut berperang itu diperbolehkan, adapun orang yang pergi berjihad itu lebih afdhal. berdalil dengan firman Allah ( An-Nisa`:95 )

Nafi` berkata : kondisi tersebut terjadi dikalangan para sahabat ketika mereka merasa terpaksa. Adapun dalam kondisi selain itu maka orang yang tidak ikut berperang adalah kafir, berdalil dengan firman Allah ( At-Taubah : 90 ).

4 . Al-Baihasiyah

Mereka adalah sahabat Abi Baihas Al-Hashimi bin Jabir. Pada masa kepemerintahan Walid, Hajjaj meminta untuk menangkapnya, tetapi dia telah pergi ke madinah kemudian Utsman bin Hayan Al-Mazny di perintahkan untuk menangkapnya, dan dia bisa menangkapnya serta memenjarakannya, kemudian ditetapkan oleh Walid agar dipotong kedua tangan dan kakinya setelah itu dibunuh. Maka Utsmanpun mengerjakannya.

Abi Baihas Al-Hashimi berpendapat : iman adalah orang yang mengetahui setiap haq dan bathil. Dan sesungguhnya iman adalah : ilmu dengan hati tanpa perkataan dan perbuatan.

5 . Al-`Ajaaridah

Mereka adalah sahabat Abdul karim bin Ajrad, dan mereka sama dengan Najdat dalam kebid`ahannya.

Diantara pecahan-pecahan mereka :

A. As-Shalthiyah, mereka adalah para pengikut Utsman bin Abi As-Shalt. Kemaudian mereka berkata : ” Apabila seseorang telah masuk islam, maka kita berwala` kepadanya dan bara` kepada anaknya sampai anaknya baligh dan mau menerima Islam.

B. Al-Maimuniyah, mereka adalah para pengikut Maimun bin khalid. Husain Al-Karaabisy didalam kitabnya mengatakan : para pengikut Maimun memperbolehkan menikahi cucu dari anak perempuan, serta anak perempuan dari anak saudara laki-laki dan anak saudara perempuan .

C. Al-Khamziyah, mereka adalah para pengikut Hamzah bin Adraak. Sedangkan Hamzah memperbolehkan ada dua imam dalam satu masa mana kala tidak bisa berkumpul dalam satu kalimat .

D. Al-Khalafiyah, mereka adalah para pengikut Khalaf Al-Kharijiy, dan mereka menetapkan bahwa anak-anak orang musyrik itu berada dalam neraka.

E. Al-Athrafiyah, pemimpin mereka adalah Ghalib bin Syadaak dari sajsatan.

F. As-Syu`aibiyah, mereka adalah para pengikut Syu`aib bin Muhammad. Syu`aib berkata : Allah Ta`ala menciptakan perbuata-perbuatan hamba dan hamba mempunyai qudrah dan iradah, yang bertanggung jawab atas kebaikan dan kejelekan darinya, serta tidak akan terjadi sesuatu terhadap apa yang ada kecuali atas kehendak Allah.

G. Al-Hazimiyah, mereka adalah para pengikut Hazm bin Ali.

6 . As -Tsa`labah

Mereka adalah para pengikut Tsa`labah bin Amir. Dia berkata : Sesungguhnya kita berwala` kepada anak-anak kecil dan orang-orang besar sampai kita mengetahui mereka mengingkari al-haq dan ridha kepada kebathilan.

Diantara pecahan-pecahannya :

A. Al-Akhnasiyah, mereka adalah para pengikut Akhnas bin Qais, yang memperbolehkan bagi muslimah untuk menikah dengan orang musyrik dari kaum mereka dan para pelaku dosa besar, dan pokok-pokok ajaran khawarij ada pada mereka dalam segala bidang.

B. Al-Ma`abdiyah, mereka adalah para pengikut Ma`bad bin Abdurrahman, dan mereka menyelisi Akhnaf didalam memperbolehkan seurang muslimah menikah dengan orang musyrik, serta menyelisihi Tsa`labah dalam menghukumi orang yang mengambil zakat dari hambanya.

C. Ar-Rusyaidiyah, mereka adalah para sahabat Rhasyid At-Thusiy.

D. As-Syaibaniyah, mereka adalah para sahabat Syaiban bin Maslamah, dan mereka sama dengan Jahm bin Shafwan dalam masalah ” jibr ” ( manusia seperti wayang ), serta mereka menafikan qudrah.

E. Al-Mukramiyah, mereka adalah para pengikut Mukram bin Abdullah Al-Ajliy. Dan mereka berpendapat bahwa ” orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, selama niatnya bukan untuk mengingkarinya akan tetapi karena kebodohannya kepada Allah “.

F. Al-Ma`lumiyah dan Al-Majhuliyah.

Al-Ma`lumiyah berpendapat : ” barang siapa yang tidak mengetahui Allah dengan segala nama dan sifat-sifat-Nya, maka dia adalah orang bodah terhadap Allah, sampai dia tahu itu semua maka dia bisa dikatakan sebagai seorang mu`min, dan mereka berkata : tha`at itu bersamaan dengan perbuatan, dan perbuatan makhluk itu milik hamba “. Sedangkan Al-Majhuliyah berpendapat “barang siapa yang mengetahui sebagian nama dan sifat-sifat Allah serta bodoh sebagian yang lainnya, maka dia telah mengetahui Allah. Dan mereka berpendapat pula bahwa perbuatan hamba adalah makhluk Allah.

G. Al-Bid`iyah.

mereka adalah pengikut Yahya bin Asdam, mereka berpendapat bahwa barang siapa yang berkeyakinan seperti keyakinanya maka dia adalah ahlul jannah, dan kita tidak mengatakan ” Insya allah ” karena itu adalah keraguan didalam aqidah, dan barang siapa yang berkata : saya seorang mukmin Insya Allah, maka dia adalah orang yang ragu, sedangkan kita mutlak ahlul jannah.

7. Ibadhiyah

Meraka adalah salah satu kelompok khawarij moderat yang tidak mau disebut khawarij karena mereka menganggap sebagai sebuah ” madzhab fiqh ijtihadi yang sunni ” yang berdampingan dengan madzhabnya Imam empat.

Adapun Pendirinya adalah Abdullah bin Ibadh Al-Maqa`isi. Kata ibadhiyah dinisbatkan kepada ‘Ibadh’, yaitu sebuah desa yang terletak didekat Yamamah.

Salah seorang tokohnya yang paling terkenal adalah ” Jabir bin Zaid ” ( 21-96H ), dia dipandang sebagai pengumpul dan penulis hadits, Ia menimba ilmu dari Abdullah bin Abbas, A`isyah, Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, dan para sahabat besar lainnya.

Abu `Ubaidah Maslamah bin Abu Karimah adalah salah seorang muridnya yang merupakan marja` kedua dari firqoh Ibadhiyah, yang terkenal dengan sebutan ” Al-Qaffa “.

Sedangkan imam-imamnya yang berada diafrika utara pada masa daulah abbasiyyah, diantaranaya adalah : ” Harits bin Talid, Abdullah bin Khattab bin Abdul A`la bin Samih Al-Ma`afiriyyi, Abu Hatim Ya`qub bin Habib dan Hatim Al-Malzuzi.

Adapun yang termasuk ulama`-ulama` mereka adalah :

1. Salman bin Sa`ad. Yaitu aorang yang menyebarkan paham ibadhiyah di Afrika pada awal abad kedua hijriyah.

2. Ibnu Muqthir Al-Janawini. Yaitu orang yang menuntut ilmu di Basrah dan kembali kekampungnya ” Jabal Nufus Libiya ” kemudian menyebarkan pemikirannya disana.

3. Abdul Jabbar bin Qais Al-Madhi. Yaitu seorang hakim ketika Harits bin Talid jadi imam.

4. Samih Abu Thalib. Yaitu salah seorang ulama` mereka yang hidup pada pertengahan abad akedua hijriyah, dan tinggal di Jabal Nufus dan sekitarnya.

5. Abu Dzar Aban bin Nasim. Seorang yang hidup pada pertengahan abad ketiga, dan bertempat tinggal di daerah Tripoli.

Mereka menyerukan agar manusia mensucikan Allah, dan sesuatu yang di pandang tasybih harus dita`wilkan sehingga tidak memberi kesan tasybih, mereka juga tidak menyakini akan bisa melihat Allah di Akhirat nanti berdasarkan ayat ( laatudrikuhul abshaar ), beberapa masalah yang berkaitan dengan akhirat mereka ta`wilkan secara majazi, seperti mizan dan shirat. Sifat Allah bagi mereka bukanlah tambahan atas Dzat-Nya, akan tetapi sifat tersebut merupakan Dzat itu sendiri. Dan manusia menurut mereka terbagi atas tiga golongan yaitu :

1. Orang yang beriman dan konsisten dengan keimanannya.

2. Orang musyrik yang menampakkan secara terang-terangan kesyirikannya

3. Orang yang mengikrarkan tauhid dan menyatakan islam akan tapi tidak konsisten dengan keimanan dan keIslamannya. Mereka ini tidak disebut seorang musyrik maupun muslim, adapun orang yang berbuat dosa besar menurut mereka adalah kafir, dan kekafirannya dipandang kufur ni`mat bukan kufur ad-Din.

Mereka berpendapat bahwa Khalifah tidak harus dari quraisy, dan pendapat yang menyatakan bahawa imamah harus dengan wasiat adalah bathil, pemilihan imam harus melalui ba`iat, dan imam boleh lebih dari satu diberbagai tempat jika di perlukan.

Mereka memiliki satu sistem yang disebut halakah “`Uzabah” yang berfungsi sebagai majlis syura dan bisa menjalankan tugas seorang imam dalam kondisi darurat. Mereka juga mempunyai organisasi yang disebut “ Irwan ” dan sebagai penasehat pembantu `Uzabah.

Pecahan Aliran ini diantaranya :

1 . Hafshiyah. Yaitu pengikut Hafs bin Abu Miqdam.

2 . Haritsiyah. Yaitu pengikut Harits Al-Ibadhi.

3 . Yazidiyyah. Yaitu pengikut Yazid bin Unaisah.

Orang-orang ibadhiyah berpegang teguh kepada Al-Qur`an, As-Sunnah, ra`yu, ijma`, qiyas, dan istidlal.

Pada umumnya mereka terpengaruh oleh madzhab Zhahiri, dan juga pemikiran Mu`tazilah. Seperti pendapat mereka yang mengatakan bahwa bahwa Al-Qur`an adalah makhluk.

Di afrika utara mereka pernah memiliki negara yang disebut negara Rustam dengan ibukota Tahart. Dan kekuasaannya berakhir setelah dihancurkan oleh penguasa Fathimiyah. kemudian paham ini tersebar di Amman, Hadhramaut, Yaman, Al-jazair, dan daerah-daerah basis sahara barat. [ lihat Gerakan Keagamaan dan Pemikiran : 1-5 ]

V. SIFAT-SIFAT KHAWARIJ

Khawarij mempunyai sifat-sifat yang telah Rasulullah saw ramalkan dalam hadits-hadits beliau dikemudian hari. Diantara sifat-sifatnya adalah :

1. Suka mencela dan menganggab sesat.

Sifat yang paling nampak dari khawarij adalah suka mencela terhadap para imam, menganggap mereka sesat, dan menghukumi mereka asebagai orang-orang yang telah keluar dari kebenaran dan keadilan. Sifat ini tercermin dalam perkataan Dzul Khuwaishirah terhadap Rasulullah saw dengan perkaaannya “Wahai Rasulullah, berlaku adillah ” [ Fathul bari : 12/359, hadits 6933 ].

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : ” Inti kesesatan mereka berkenaan Aimmatul huda ( para imam yang diberi petunjuk ) dan jama`atul muslimin, bahwa mereka semua keluar dari keadilan dan mereka semua sesat, pendapat ini kemudian diikuti orang-orang yang keluar dari As-Sunnah seperti Rawafidh dan yang lainnya, mereka mengkategorikan apa yang mereka pandang kedzaliman kedalam kekufuran. [ Al-Fatawa : 18/497 ]

2. Berperasangka buruk ( su`udzan ).

Sifat ini tercermin dalam perkataan dzul khuwaishirah kepada Rasulullah saw . ” Demi Allah, sesungguhnya ini adalah suatu pembagian yang tidak adil dan tidak di kehendaki didalamnya wajah Allah “

Mengenai permasalahan tersebut Syaikh Islam Ibnu Taimiyah menerangkan : ” Pada masa peperangan hunain, beliau saw membagi ghonimah hunain pada orang-orang yang hatinya lemah dari penduduk Najd dan bekas tawanan quraisy, seperti Uyainah bin Hafs, dan beliau tidak memberikan kepada para Muhajirin dan Anshar sedikitpun. Maksud beliau memberikan kepada mereka adalah untuk mengikat hati mereka dengan Islam, karena keterikaitan hati mereka merupakan maslahah umum bagi kaum muslimin. Sedangkan yang tidak beliau beri adalah karena mereka lebih baik di mata beliau dan mereka adalah sebaik-baik hamba Allah. Jika pemberian itu tidak dipertimbangkan untuk maslahat umum, maka Nabi saw tidak akan memberikana kepada para aghniya`, para pemimpin yang ditaati dikalangan mereka, dan akan memberikan kepada para Muhajirin dan Anshar yang lebih membutuhkan dan lebih utama. Oleh sebab inilah orang-orang khawarij mencela Nabi saw untuk berlaku adil. Memang mereka terkenal dengan shaum, shalat, wara`, serta zuhudnya akan tetapi itu semua tanpa disertai ilmu, mereka keluar dari sunnah dan jama`ah, sehingga mereka mencela pembagian tersebut, padahal pemberian itu menurut maslahat Ad-Dien, jika pemberian itu akan semakin mengundang keta`atan kepada Allah dan semakin bermanfaat bagi Din-Nya, maka pemberian itu jauh lebih utama. Pemberian kepada orang yang membutuhkannya untuk menegakkan agama, menghinakan musuh-musuhnya, memenangkan dan meninggikannya lebih utama dari pada pemberian yang tidak demikian itu, walaupun yang kedua lebih membutuhkan. [ Lihat Majmu’ Fatawa 18 : 579-581 ].

3. Berlebih-lebihan di dalam ibadah.

Sifat ini ditunjukkan oleh Nabi saw dalam sabdanya : ” Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an, bacaan kalian tidaklah sebanding dengan bacaan mereka sedikitpun, tidak pula shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun, dan tidak pula shaum kalian sebanding dengan shaum mereka sedikitpun [ HR. Muslim ].

Hasan bin Ali berkata mengenai mereka : kaum yang tidak kembali kepada kebenaran dan tidak mencegah ( menjauhi ) dari yang bathil. [ Tahqiq mawaqifus shahabat 2 : 200 ].

Ashim mensifati sahabat najdat dengan perkataannya : ” Mereka adalah orang-orang yang shaum pada siang harinya, mengisi waktu malamnya, dan mengambil shadaqah atas dasar sunnah “. [ Fathul bari : 358 ]

Imam Nawawi berkata : ” Yang dimaksud mereka tidak mendapatkan bagian kecuali hanya dalam lisannya saja dan tidak sampai tenggorokan apalagi sampai kehatinya karena yang dituntut adalah memikirkan, dan mentadaburinya sampai meresap kedalam hati. Dan ada yang berpendapat : ” mereka tidak mengamalkan Al-Qur`an maka tidak ada pahala didalam bacaannya dan tidak sampai kedalam hati kecuali hanya sampai lisannya saja. [ fathul bari 12 : 363 ].

Mereka bukanlah para qura`, sebagaimana pemahaman salaf, sesuai apa yang diterangkan oleh Ibnu khaldun : ” Yang dimaksud Qura` pertama kali adalah orang yang membaca Al-qur`an, menghafal, memahami ma`na, mentadabburi ayat-ayat, dan beradab dengan ahlaknya. Sedangkan mereka hanya sampai kekerongkongannya saja. [ Al-Muqaddimah 2 : 1048 ].

Ibnu Abbas juga telah mengisyaratkan pelampuan batas mereka ini ketika pergi untuk membantah pendapat mereka, Beliau berkata : ” Aku belum pernah menemui suatu kaum yang bersungguh-sungguh, dahi mereka luka karena seringnya sujud, tangan mereka seperti lutut onta, mereka mempunyai baju yang murah, tersingsing dan berminyak, dan wajah mereka menunjukkan kurang tidur karena banyak berjaga dimalam hari “. [ Talbisul Iblis : 106 ].

Al-Khithabi berkata : arti dari sabda Rasulullah saw “íãÑÞæä ãä ÇáÏíä ” bahwasanya mereka keluar dari ketaatan kepada imam yang wajib ditaati dan melepaskan diri darinya. [ Tahqiq mawaqifus shahabat 2 : 248 dinukil dari Jaamiul ushul 10 : 97 ].

4. Keras terhadap kaum muslimin dan menghalalkan darah meraka.

Sejarah mencatat dalam lembaran-lembaran hitamnya mengenai perbuatan mereka, diantaranya kisahnya Abdullah bin Khabab yang mereka bunuh dengan kejam. [ lihat Talbisul Iblis : 108-109 ]. Najdat menambah keyakinan khawarij dengan perkataannya : “ Barang siapa yang tidak keluar bersama mereka dan memerangi kaum muslimin maka mereka kafir walaupun dia berkeyakinan seperti keyakinan mereka “. [ Fathul bari 12 : 352 ].

Ahmad salam berkata : “ Mareka adalah orang-orang yang menghalalkan darah orang-orang muslim. [ Ma ana alaihi wa ashabi : 36 ].

Artinya : ” Dari Masruuq dari Aisyah, dia berkata : Rasulullah telah menyebutkan tentang khawarij, beliau bersabda : mereka adalah sejelek-jelek umatku yang memerangi sebaik-baik umatku. [ Fathul bari 12 : 286, sanadnya hasan ].

Ibnu Umar menganggap mereka adalah sejelek-jelek makhluk, dikarenakan mereka menjadikan ayat-ayat yang diturunkan kepada orang-orang kafir, mereka timpakan kepada orang-orang muslim. [ Tahqiq mawaqifus shahabah 2 : 195 ].

5. Sedikit pengetahuan mereka tentang fiqih.

Dalam fathul bari 12 : 351 disebutkan : ” mereka dikenal sebagai qura` karena kesungguhan mereka didalam tilawah dan ibada, akan tetapi mereka suka menta`wil ayat Al-Qur`an dengan ta`wil yang menyimpang dari maksud yang sebenarnya, mereka lebih mengutamakan pendapatnya, berlebih-lebihan didalam zuhud , khusyu`, dan yang lainnya.

Imam Bukhari berkata : ” Adalah Ibnu Umar menganggap mereka sebagai sejelek-jelek makhluk Allah “. Dia berkata : ” mereka mendapati ayat-ayat yang di turunkan untuk orang-orang kafir lalu mereka jadikan untuk orang-orang yang beriman [Fathul bari 12 : 351 ]. Ketika Said bin Jubair mendengar pendapat Ibnu Umar itu, Ia sangat gembira dengannya dan berkata :” Sebagian pendapat haruriah yang diikuti orang-orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk ( musabbihah ) adalah firman Allah ta’ala : Artinya : “Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir “. ( Al-Maidah : 44 ).

Bersama ayat diatas, mereka membaca : Artinya: ” Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan ( sesuatu ) dengan Robb mereka “. ( Al-Anam : 1 )

Jika mereka melihat seorang Imam menghukumi dengan tidak benar, mereka akan berkata ia telah kafir, dan barang siapa yang kafir berarti menentang Robbnya dan telah mempersekutukan-Nya. Dengan demikian dia telah musyrik. Oleh karena itu mereka melawan dan memeranginya. Tidaklah hal ini terjadi melainkan karena mereka menta’wilkan ( menafsirkan ) ayat ini dengan ta’wilan yang salah.

Nafi’ berkata : Sesungguhnya Ibnu Umar jika ditanya tentang haruriah, beliau menjawab bahwa mereka mangkafirkan kaum Muslimin, menghalalkan darah dan hartanya, menikahi wanita-wanita dalam idahnya, dan jika didatangkan wanita kepada mereka, maka salah seorang diantara meraka akan menikahinya, sekalipun wanita itu masih mempunyai suami. Aku tidak mengetahui seorangpun yang lebih berhak diperangi melainkan mereka. ( Al-I’tisham 2 : 183-184 ).

Ahmad Salam berkata : mereka mengikuti ayat-ayat mutasyabih, sifat ini nampak ketika mereka mengambil dhahir lafadz-lafadz Nash yang menerangkan tentang kekafiran, tanpa mereka kembalikan ( ayat tersebut ) kepada ayat-ayat muhkam yang menafsirkan dan menerangkannya. [ Ma ana alaihi wa as-habi : 36 ].

6. Muda umurnya dan berakal buruk .

Artinya : ” Akan keluar suatu kaum pada akhir zaman, umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka mengatakan dari perkataan sebaik-baik manusia, iman mereka tidak melebihi kerongkongannya ( tidak masuk hati ) terlepas dari Ad-din seperti terlepasnya anak panah dari busurnya “. ( HR. Bukhari : 6930 ).

Ibnu hajar berkata : ” Ahdatsul Asnan “ artinya : yang muda umurnya, dan yang dimaksud dengan sufahaul ahlam adalah akal mereka rusak. Imam Nawawi berkata : sesungguhnya tatsabut ( kemapanan ) dan basiroh ( wawasan ) yang kuat akan muncul ketika usianya sempurna, banyak pengalaman serta kuat akalnya ( Fathul bari 12 : 356 ).

Imam Ali berkeinginan untuk menerangkan kedangkalan fikir dan rusaknya akal mereka sebagaimana yang diterangkan dalam hadits. Maka beliau kumpulkan manusia dan menyeru kepada mushaf kemudian memukulnya dengan tangannya dan berkata : wahai mushaf, terangkan kepada para manusia, maka mereka berkata : ini bukan manusia ? dia hanyalah tinta dan kertas, dan kita berbicara sebagaimana apa yang kita riwayatkan darinya, maka dia ( Imam Ali ) berkata : ini adalah kitab Allah yang memutuskan antara aku dan mereka. Allah berfirman kepada wanita dan laki-laki : Artinya : “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimkanlah seorang hakam, dari keluarga laki-laki dan hakam dari keluarga perempuan, jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami isteri itu . ( QS An-Nisa` : 35 ). Sedangkan umat Muhammad lebih besar dari pada seorang perempuan dan laki-laki, mereka membenci aku dikarenakan aku mengadakan perdamaian dengan Mu`awiyyah, padahal Rasulullah pernah mengadakan perdamaian dengan Suhail bin Amru. Allah Ta’ala berfirman :Artinya : “ Sungguh bagi kalian, pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik ( QS al-Ahzab : 21 ). [ lihat tahqiq mawaqifus shahabah fil fitnati 2 : 241 ].

VI. PEMAHAMAN-PEMAHAMAN KHAWARIJ

1. Mereka berkata dengan menggunakan ta`wil dan hanya melihat dhohir nashnya saja.

Ahmad Amin dan Abu Zahroh berkata : orang-orang khowarij adalah orang-orang yang hanya melihat dhohir nashnya saja tanpa membahas ma`na yang terkandung di dalamnya.

Ibnu Abbas, Ibu Taimiyah, dan Ibnu Qoyyim berpendapat : mereka adalah orang-orang yang suka menta`wilkan ayat sesuai hawa nafsu mereka, mereka telah sesat ketika menganggap bahwa ta`wilan mereka yang dimaksud oleh nash.

Al-`Asyari di dalam maqolahnya berkata : mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap dalam urusan ini, ada yang melihat nash secara dhohir dan ada juga yang menta`wilkan nash menurut hawa nafsunya.

2. Pelaku dosa besar menurut mereka adalah kufrun millah ” keluar dari islam ” .

Hujjah-hujjah mereka adalah : firman Allah ta`ala dalam surat At-Taghobun : 2 , Al-Ma`idah : 44, Saba` : 17. Dan dalam hadits Rasululah, beliau bersabda : Artinya : “Tidaklah orang yang berzina ketika berzina dia mukmin, dan tidaklah orang yang meminum khomer ketika meminumnya dia mukmin, dan tidaklah orang yang mencuri ketika mencuri dia seorang mukmin….…( HR. Bukhori 8 : 13, Muslim 1 : 54 ).

3. Imamah menurut khowarij ada dua pendapat yaitu :

a. Kelompok mayoritas khowarij, mereka mewajibkan kepada imam untuk bergabung di bawah bendera mereka dan berperang bersama mereka selama masih di atas jalan yang lurus “menurut mereka”.

b. Al-Muhakkimah, An-Najdad, dan Al-Ibadhiyah mereka berpendapat bahwasanya bisa jadi mereka tidak membutuhkan akan adanya imam, jika seluruh manusia bisa berbuat adil. dan apabila mereka membut uhkan akan adannya imam maka siapa saja yang mampu menjadi imam maka ia boleh menjadi imam dari bangsa manapun.

Syarat-syarat imam menurut khowarij:

1. Seorang imam harus kuat aqidahnya, ikhlas dalam ibadah, dan kuat ketaqwaannya, menurut apa yang mereka pahami.

2. Seorang imam harus kuat dirinya, mempunyai kemauan yang kuat, pemikiran yang cemerlang, keberanian, dan kuat pendiriannya.

3. Seorang imam harus terlepas dari hal-hal yang mengancam “merusak” imannya, baik itu cinta kepada kemaksiatan dan laghwun, serta bukan pelaku dosa besar walaupun dia telah bertaubat.

Adapun imam menurut mayoritas mereka tidak berhak diberikan kepada wanita, akan tetapi ada sebagian kelompok mereka yang memperbolehkannya yaitu “syabibiyah”.

4. Adapun sikap mereka kepada orang yang menyelisihinya terbagi menjadi dua pendapat : ada yang berpendapat kafir, dan ada yang bersikap “adil” yaitu tidak boleh membunuh mereka sebelum disampaikan dakwah kepadanya.

Imam Al-Asy`ari berkata dalam maqolatnya : orang-orang khawarij bersepakat bahwa orang yang menyelisihi mereka, dihalalkan darahnya, kecuali firqoh ibadhiyah. Mereka tidak berpendapat seperti itu kecuali kepada sultan.

Adapun mengenai anak orang ( yang menyelisihi mereka ) mereka berbeda pendapat, diantaranya :

a. mereka sama dengan orang tua mereka, maka di perbolehkan membunuh mereka karena halal darahnya. Ini adalah pendapat Al-Azariqah, Al-Ajaridah, Al-Hamziyah, Al-Kholfiyah, mereka berhujjah dengan surat Nuh : 27.

b. Mereka adalah penghuni jannah jadi tidak boleh di bunuh, ini adalah pendapat Najdat, As-Syufriyah, dan Al-Maimunah.

c. Mereka adalah pelayan penghuni jannah.

d. Sebagian mereka dalam masalah ini ada yang tawaquf ( tidak berpendapat ) menunggu sampai baligh sehingga jelas kedudukannya.

e. Orang-orang Ibhadhiyah berwali dan ( tidak mengganggu ) anak-anak muslim serta berlepas diri terhadap anak-anak musyrik.

VII. KAFIRKAH KHOWARIJ ?

Para ulama` berbeda pendapat dalam menghukumi orang-orang khowarij, akan tetapi secara garis besar pendapat mereka adalah sebagai berikut :

1. Sebagian mereka menghukuminya kafir.

Qhadi abu bakar ibnul a`raby di dalam syarah tirmidzi berkata: yang shohih adalah mereka kafir sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi: “ mereka adalah sejelek jelek ciptaan “ ( Hum syarrul kholqi ) “ sungguh akan saya bunuh mereka dengan sengaja “ ( laqtulannahun qotla ‘aadin ) “memisahkan dari islam “ ( yamruquuna minal islaam ) , Dan tidak disifati seperti itu kecuali kepada orang kafir, dan sabda Rosulullah yang lain, yang berbunyi : “ innahum abghodhul kholqi ilaallahi ta’aala “ , Mereka menghukumi kafir dan kekal dalam api neraka setiap yang menyelisihinya, padahal merekalah yang pantas mendapatkan predikat tersebut.

Pengarang As-syuffa` berkata : kita menghukumi kafir setiap orang yang mengucapkan perkataan yang menyesatka umat atau mengkafirkan para sahabat. Syekh taqiyuddin as-syubki berkata : orang yang mengkafirkan khawarij dan rawafidh berhujjah dengan sikap mereka yang mengkafirkan para sahabat sehingga menyelisihi kesaksian Rasulullah, mereka adalah ahlul jannah.[ Fatkhul bari 12 : 371 ].

2. Sebagian yang lain menghukuminya fasiq, ahlul bid`ah, dan ahlul bagyi ( pemberontak ).

Syaikh Islam berkata : mereka adalah orang-orang yang memerangi Amirul mukminin dan para sahabatnya. Salaful ummah dan para imam bersepakat dalam memerangi mereka, dan mereka tidak berselisih sebagaimana berselisihnya mereka dalam perang jamal dan siffin, dan beliau menerangkan bahwasanya para sahabat memerangi orang-orang khawaarij atas perintah Nabi untuk menghilangkan kejelekan mereka dari kaum muslimin, akan tetapi para sahabat tidak mengkafirkan mereka bahkan Imam Ali bin Abi Thalib mengharamkan harta-harta dan budak mereka serta tidak menghukumi mereka sebagai orang-orang yang murtad seperti Musailamah beserta pengikutnya. ( Minhajussunnah 5 : 241 hal : 307) Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berhujjah dengan perkataan Ali bin Abi thalib yang disebutkan dari thariq bin Syihab dia berkata : saya bersama Ali ketika selesai memerangi penduduk Nahrowan, maka dia ditanya apakah mereka itu orang kafir? Dia menjawab mereka orang-orang yang lari dari kesyirikan, kemudian ditanya lagi apakah mereka orang-orang munafiq? Dia menjawab sesungguhya orang-orang munafiq tidak mengingat Allah kecuali sedikit, kalau begitu siapa mereka? Dia menjawab mereka adalah qoum yang memberontak kepada kita maka kita memeranginya. ( Diriwayatkan oleh Abi Syaibah dalah mushanif : 37942 ).

Maka perkataan Imam Ali mengenai khawarij menuntut bahwa mereka bukan kafir atau orang yang keluar dari Islam sebagaimana yang diterangkan imam Ahmad dan yang lainnya. ( Majmu’ fatawa 28 : 518, 316 )

Dan beliau menerangkan pula sesuatu yang menunjukkan bahwa para sahabat tidak menghukumi mereka sebagai orang kafir, dikarenakan para sahabat shalat dibelakang mereka, seperti Abdulah bin Umar dan lainnya shalat dibelakang Najdah Al-Hururi. Dan para sahabat mensikapinya sebagaimana kaum muslimin yang lain. Seperti Abdullah bin Abbas menjawab persoalan-persoalan yang disampaikan Najdah Al-hururi kepadanya. ( Manhaj Ibnu taimiyah fimas’alatit takfir 2 : 309 ).

Saad bin Abi Waqos dan yang lainnya menggolongkan mereka didalam firman Allah ta’ala surat Al-Baqarah : 26-27, maka dia menghukuminya sebagai orang fasik dan tidak mengkafirkan mereka. Ketika mereka sesat disebaban mereka merubah Al-Qur’an dari posisinya, dan menta’wilkannya dengan selain apa yang dikehendaki Allah, mereka berpegang teguh dengan ayat-ayat mutasabih dan menjahui ayat-ayat muhkam serta sunah-sunah yang sudah tetap yang menerangkan apa yang dikehenmdaki Allah dalam kitab-Nya, maka mereka menselisihi sunah dan ijma’ sahabat, bersamaan dengan menselisihi ayat-ayat muhkam, maka ketika mereka mengerjakan itu semua dia menyebut mereka sebagai orang-orang fasik. ( Majmu’ fatawa 16 : 588 , hal : 310 ).

Adapun mengapa mereka tidak dihukumi sebagai orang-orang murtad dan kafir walaupun mereka mengkafirkan orang-orang muslim dan memeranginya dikarenakan mereka bersandarkan kepada Al-Qur’an kemudian manta’wilkannya menurut pemikiran mereka tanpa mengetahui ma’nanya. Dan ilmu mereka tidak lurus, tidak mengikuti sunah dan tidak pula kembali kepada jama’atul muslimin yang memahami Al-Qur’an. ( Majmu’ fatawa 13 : 356, hal : 311 ) Kebanyakan ahlul ushul dari kalangan ahlus sunah menghukumi mereka sebagai fasiq, dan hukum Islam masih berlaku bagi mereka di karenakan syahadatnya serta mereka masih berpegang teguh diatas rukun-rukun Islam. Mereka fasiq dalam mengkafirkan orang-orang muslim bersandarkan kepada ta`wilan yang salah, sehingga mengakibatkan penghalalan darah dan harta bagi yang menyelisihinya, serta menghukumi mereka dengan kafir dan syirik. Imam Thobari berkata : sudah menjadi suatu hal yang ma`lum bahwa mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin di sebabkan kesalahan mereka dalam menta`wilkan Al-Qur’an yang keluar dari ma`na sebenarnya bukan yang di maksudkan.

Imam al-Khothobi berkata,” Seluruh ulama` telah bersepakat bahwa Khawarij dengan segala kesesatannya adalah salah satu firqoh dari firaq-firaq kaum muslimin, diperbolehkan menikahinya dan makan sembelihan mereka, dan mereka tidak dihukumi sebagai kafir sepanjang mereka masih berpegang teguh dengan pokok ajaran Islam. Sedangkan qhodhi Abu Bakar al-Baqilaany beliau tawaquf ”tidak berkomentar”, hal ini tersirat di dalam perkataannya,” Belum ada kejelasan dari suatu kaum yang menghukumi mereka kafir, akan tetapi yang ada mereka adalah orang–orang yang berkata suatu perkataan yang menghantarkan kepada kekafiran.” Imam Ibnu Batthol berkata,” Jumhur ulama` berpendapat bahwa khawarij tidak keluar dari kaum muslimin .” [ Fathul bari 12 : 371-372 ].

Gholib bin Ali `Awaaji berkata,” Mengkafirkan seseorang bukan persoalan yang remeh, harus betul-betul ada bukti-bukti yang nyata dan setelah ditegakkannya hujjah, oleh karena itu para ulama` menganggap Khawarij fasiq, disebabkan masih menjalankan ajaran ad-Dien, mereka seperti manusia biasa lainnya, mempunyai kesalahan dan juga kebenaran. Para salafpun dulu berinteraksi dengan mereka seperti berinteraksi kepada orang-orang muslim, dan tidak memberlakukannya seperti orang kafir. Akan tetapi bukan berarti mereka tidak mengkafirkan sebagian sekte Khawarij yang layak untuk dikafirkan seperti :

a). Bada’iyah yang berpendapat sholat itu hanya satu raka’at di pagi hari dan satu raka’at di sore hari.

b). Maimuniyah yang membolehkan menikahi mahram dan mengingkari surat Yusuf termasuk salah satu surat dalam Al Qur’an, karena menurut mereka surat Yusuf mengisahkan tentang cinta dan ’isyq (rindu mabuk kepayang) padahal Al Qur’an itu semuanya serius, tak ada persoalan seperti itu.

c). Yazidiyah yang berkeyakinan Allah akan mengutus rasul dari kalangan Ajam yang akan menghapus syariat Nabi Muhammad. [ Firaq mu’ashirah 1 : 121-122 ].

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah menerangkan bahwa mereka mempunyai dua sifat yang mashur dikalangan mereka yaitu:

1. Keluarnya mereka dari as-Sunnah.

2. Mereka mengkafirkan orang-orang yang berbuat ma`siat yang menghantarkan mereka kepada penghalalan darah orang-orang muslim dan harta mereka dan menjadikan negara yang mereka tempati sebagai daarul kufri “negara yang boleh diperangi”.

Wallahu A’lam Bish Shawab.

DAFTAR PUSTAKA

1. Majmu Fatawa, Ibnu Taimiyyah- Mu’asasah Ar Risalah, th. 1418 H/1997 M-

2. Minhajus Sunnah An nabawiyyah, Ibnu Taimiyyah- Cet I Th. 1407 H/1986 M-

3. Fathul bari’, Ahmad bin Ali bin Hajar Al Atsqalani-Daarul Kutub Al ‘Ilmiyyah ,cet I Th. 1410 H/1989 M-

4. Manhaj Ibnu Taimiyyah fi Mas’alati Takfir, Dr. Abdl Majid Al Masy’abi-Adhwaaus Salaf- Riyadh, cet.I Th. 1418 H/1997 M-

5. Al Inhiraafaat Al ‘Aqdiyyah wal ‘Ilmiyyah, Ali Az Zahraani -Daarul Risalah-Makkah, tanpa tahun-

6. Al Mansu’ah Al Muyassarah, Dr. Maani’ bin Khammad Al Jahny- WAMY-Riyadh, cet.III Th. 1418 H-

7. Talbis Iblis, Ibnu JauzyAl Baghdady-Darul Kutub Al ‘Ilm iyyah- Beirut, Cet. IV Th. 1414 H / 1994 M

8. Al I’tishom, Asy Syatiby- Daarul Fikr , tanpa tahun-

9. Tahqiq “Mawaqifush Shahabah fil Fitnah”, Dr. Muh. A. Mahzum- Maktab Al Kautsar- Riyadh, cet I Th. 1415 H/1994 M-

10. Firaaqul Mu’ashiroh, Ghalab bin Ali Al Awaji- cet. I th. 1414 H/1993 M-

11. Al Milal Wa Nihal, Syahrastany- Daarul Fikr, tanpa tahun –

12. Maa Ana ‘alaihi wa Ash habii, Ahmad Salam



Sumber Asal : http://annajahsolo.wordpress.com/2010/05/01/khawarij/


Sumber : http://syariah.web.id/mengenal-khowarij

Isnin, 9 Julai 2012

Kenapa Ulama' Benua Kecil India Tidak Menyetujui Usaha-Usaha Pendekatan Sunnah-Syiah Oleh Dar At Taqrib



Ulama' Islam di benua kecil India (India, Pakistan dan Bangladesh sekarang) bukan sahaja tidak menyetujui usaha-usaha yang dilancarkan oleh ulama'-ulama' Al-Azhar melalui Dar at-Taqrib, malah dalam masa yang sama mereka telah mengeluarkan fatwa tentang kekufuran Syiah.

Kenapakah pandangan mereka begitu berbeza dengan pandangan ulama'-ulama' yang merestui usaha-usaha pendekatan tersebut yang kebanyakan mereka terdiri daripada ulama' Arab?

Mengikut Maulana Manzur Nu'mani didalam bukunya 'Irani Inqilab Khomeini Aur Syi'iyyat' ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka berbeza pendapat dalam menentukan perkara ini dan kenapakah ulama' dibenua kecil India lebih peka terhadap isu ini berbanding dengan ulama'-ulama' dinegara Arab, antaranya:-

1. Perhubungan ulama'-ulama' Arab dengan golongan Syiah agak jauh berbanding dengan perhubungan diantara ulama-ulama' benua kecil India dengan mereka. Walaupun negara-negara Arab seperti Mesir pernah dikuasai oleh kerajaan Syiah tetapi pengaruhnya terhadap penduduk-penduduk dinegara-negara itu tidak begitu mendalam seperti pengaruhnya terhadap penduduk di India. Oleh kerana ajaran Syiah masih dihayati dengan sepenuhnya oleh penduduk-penduduk dibenua kecil India maka ulama'-ulama' Ahli Sunnah disana lebih mengetahui tentang Syiah daripada ulama'-ulama' dinegara-negara lain.

2. Banyak karya Syiah terdapat dalam bahasa Parsi dan Urdu selain dari bahasa Arab. Ulama'-ulama' Arab yang umumnya tidak mengerti bahasa Parsi dan Urdu, tidak mengetahui kesesatan-kesesatan yang terselit dicelah kitab-kitab mereka itu. Mereka hanya diperkenalkan dengan kitab-kitab Syiah yang ditulis untuk tujuan propaganda sahaja atas nama usaha-usaha pendekatan antara Ahli Sunnah dengan Syiah.

Maulana Muhammad Manzur Nu'mani mengatakan lagi, "Sebagaimana ulama'ulama' Arab diperingkat permulaannya teragak-agak untuk mengeluarkan fatwa terhadap kekufuran golongan Qadiani kerana zahirnya mereka mendakwa Islam dan tulisan-tulisan mereka yang kebanyakannya dalam bahasa urdu tidak boleh diselami oleh ulama'-ulama' dari dunia Arab, justeru itu ketika kami mengusulkan didalam Muktamar Ulama Islam di Karachi pada tahun 1952 supaya Qadiani diputuskan sebagai terkeluar daripada Islam, pengerusinya Mufti Amin al-Husaini teragak-agak untuk menerima usul itu kerana beliau belum pasti tentang kesesatan golongan Qadiani dan kerana kurangnya maklumat beliau tentang ajaran Qadiani itu. Tetapi hari ini siapakah yang meragui tentang kufurnya Qadiani itu? Ini semua adalah hasil kegigihan ulama-ulama pembela kebenaran yang ada dibenua kecil India pada waktu itu, sehingga Maulana Maududi sendiri dihukum penjara selama beberapa tahun kerana tentangannya secara terbuka terhadap Qadiani pada waktu itu. Secara kebetulan pula dalam kerajaan pada masa itu terdapat pemimpin-pemimpin yang berfahaman Qadiani.

Kita menaruh sangka baik terhadap ulama-ulama al-Azhar terutama apabila mengenangkan fatwa-fatwa yang dikeluarkan itu ialah pada zaman usaha-usaha pendekatan antara Sunnah dan Syiah mula dilancarkan.

Sumber : Syiah Rafidhah Diantara Kecuaian Ulama Dan Kebingungan Ummah Oleh Maulana Muhammad Asri Yusof m/s 49-51.

Jumaat, 22 Jun 2012

Syiah Dan Sahabat



Jika Rafidhah memaki hamun dan mengkafirkan para sahabat termasuk Saidina Abu Bakar, Omar dan Sahabat-sahabat besar Rasulullah saw yang lain dan berlepas diri dari mereka semua, maka Syiah Imamiyah Ithna Asyariyyah tidak berbeza daripada fahaman Rafidhah itu kerana kitab-kitab mereka yang muktabar penuh dengan caci maki dan riwayat-riwayat yang mengkafirkan para sahabat termasuk sahabat besar Rasulullah saw. Kita akan mengemukakan beberapa contoh dari kitab-kitab mereka sendiri.

Sebelum itu perlulah diketahui bahawa perselisihan pendapat ulama' hanya berhubung kafir atau tidaknya orang yang mencaci dan memburuk-burukkan para Sahabat tetapi mereka tidak berselisih pendapat tentang kafirnya orang yang mengkafirkan para sahabat agung Rasulullah saw seperti Saidina Abu Bakar, Omar, Abd. Rahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah dan lain-lain.

Tetapi Syiah didalam kitab-kitab mereka jelas telah mengkafirkan para Sahabat termasuk Sahabat agung Rasulullah saw yang tersebut tadi. Menafikan perkara ini sama seperti menafikan siang pada waktu matahari berada ditengah langit atau perkara ini hanya dapat dinafikan oleh orang-orang yang buta mata hatinya, sebagaimana tidak bergunanya cahaya matahari yang terang benderang itu kepada orang yang buta matanya.

Disini kita akan kemukakan beberapa contoh daripada kitab Syiah Imamiyah Ithna Asyariyyah sendiri bahawa mereka mengatakan bahawa sahabat Rasulullah saw telah murtad sepeninggalan Baginda. Pendapat mereka ini tidak berbeza dari dahulu sampai sekarang.

1. At-Tusi meriwayatkan dalam "Rijal al-Kasyi" bahawa Abu Ja'afar (Muhammad al-Baqir) berkata bahawa para sahabat telah murtad setelah kewafatan Rasulullah saw kecuali Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghiffari dan Salman al-Farisi (Rijal al-Kasyi j.1 hal.6)

2. At-Tusi meriwayatkan lagi dari Humran katanya; Aku berkata kepada Abu Ja'far "Alangkah sedikitnya bilangan kita sehingga kalau kita berkumpul untuk merebahkan seekor biri-biri pun tidak akan mampu". Humran berkata: Maka Abu Ja'far berkata "Mahukah aku ceritakan perkara yang lebih aneh dari itu?". Humran berkata "Ya". Maka Abu Jaa'far berkata "Orang-orang Muhajirin dan Ansar telah pergi (murtad) kecuali tiga (dan beliau pun mengisyaratkan dengan tangannya)."(ibid)

3. Diriwayatkan dari Abi Jaa'far as "Anak-anak Ya'qub bukan nabi tetapi mereka adalah asbat kepada anak-anak para Nabi. Mereka tidak meninggalkan dunia melainkan didalam keadaan bahagia. Mereka telah bertaubat dan menyesal diatas apa yang mereka lakukan tetapi Abu Bakar dan Omar telah meningal dalam keadaan tidak bertaubat dan tidak menyesali apa yang telah dilakukan oleh mereka terhadap Amirul Mu'minin Ali as. Mereka berdua dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya." (Al-Kulaini, ar-raudhah min al-kafi, j. 8, hal 246)

4. Diriwayatkan dari Abi Jaa'far as kata beliau "Para sahabat telah murtad sepeninggalan Nabi saw kecuali tiga orang dari mereka." Perawi bertanya "Siapakah yang tiga itu?". Abi Jaa'far menjawab "Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghiffari dan Salma al-farisi." (ibid hal.246)

5. Ayatullah al-Uzma sayyid Murtadha al-Hussaini al-Fairuzabadi didalam kitabnya "As-sab'ah min as-salaf" telah mengkafirkan Abu Bakar, Omar, Othman, Abd. Rahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, Abu Ubaidah al-Jarrah, Muawiyah, Abu Said al-Khudri, Bara' bin Azib dan lain-lain (Lihat hal. 29,32,71,78,81,85,107,120 dan 211)

6. Ayatullah al-Uzma Khomeini didalam kitabnya "Kasyful al-asrar" telah mengkafirkan Saidina Omar (lihat hal 137 dan 176 edisi Arab dan hal 119 dan 153 edisi Parsi). Beliau menganggap Abu Bakar dan Omar jahil tentang hukum Allah dan mereka menjadikannya sebagai bahan permainan kanak-kanak (hal 110-111 edisi Parsi). Beliau juga menuduh Abu Bakar dan Omar mereka hadis atas nama Rasulullah saw (hal 131 dan 138 edisi Arab, 114 dan 120 edisi Parsi)

Sumber : Syiah Rafidhah-Diantara Kecuaian Ulama' Dan Kebingungan Ummah Oleh Muhammad Asri Yusoff mukasurat 29-31

Selasa, 29 Mei 2012

Ramai Pemuda Muslim Tunisia Ke Medan Jihad Syria Melawan Rejim Bashar al Assad


Yang pertama didengar oleh seorang guru sekolah di Tunisia, Mokhtar Mars bahwa adiknya telah meninggal dunia dalam sebuah pertempuran bersama pejuang bersenjata, dari nomer asing yang menghubunginya. "Kami mendapat panggilan dari nomer tak dikenal, memberitahu kami bahwa dia telah martir. Hanya tiga kata. Kami mencoba untuk menghubungi kembali tetapi tidak ada jawaban," ujar Mars (40), duduk di matras samping dinding di kamar adik termudanya. "Panggilan terakhir kami dapatkan darinya pada Februari lalu dari Libya. Dia mengatakan sedang berada di sana untuk belajar.... Kemudian semua kontak kami patah. Kami mencoba menghubungi nomer yang digunakannya tetapi tidak ada jawaban." Hossein Mars (34) adalah satu dari sedikinya lima pemuda Tunisia yang berasal dari kota Ben Guerdane di perbatasan Libya, yang diyakini telah syahid di Suriah. Dua dari keluarga mereka setuju untuk diwawancarai oleh media, seperti yang dilakukan keluarga seorang pria keenam dari kota yang sama yang hingga kini nasibnya tidak diketahui.

Keluarga-keluarga itu biasanya menerima panggilan dari anak-anak di Suriah atau dari orang asing yang tak mereka kenal yang mengatakan bahwa anak-anak mereka telah syahid (insha Allah). Meskipun keluarga tidak melihat ada bukti mayat atau bukti kematian lainnya, sebuah video yang memperlihatkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid telah muncul di Facebook memuji lima pria asal Tunisia dan menyatakan bahwa mereka telah terbunuh dalam pertempuran di Homs, sebuah tempat yang menjadi saksi pemboman terburuk oleh pasukan Bashar al Assad.

Utusan Suriah untuk PBB mengatakan bahwa 26 pejuang Arab telah ditangkap dan "mengaku" simpatisan Al Qaeda. Utusan yang lainnya untuk PBB mengatakan 19 dari 26 orang yang ditangkap adalah warga Tunisia.Suriah menjadi magnet bagi para pemuda Muslim dari seluruh dunia yang ingin terjun ke medan Jihad baik di Irak maupun Afghanistan. Setidaknya seorang pemuda Muslim di Ben Guerdene mengatakan kepada Reuters bahwa dia sendiri siap untuk pergi dan berperang di Suriah. Keluarga Muslim Tunisia mengatakan bahwa mereka adalah Muslim Sunni yang taat dan sangat sedih dengan apa yang diderita oleh Muslim Sunni di tangan pasukan rezim Alawite pimpinan Assad. "Apa yang kami saksikan di televisi tidak bisa membuat senang seorang Muslim....seorang tentara membunuh rakyatnya. Tidak ada yang bisa menerima ini," ujar Mokhtar Mars. Daftar pejuang asing di Suriah yang ditangkap menunjukkan bahwa para pemuda Tunisia telah pergi untuk berperang di Suriah. Video di Facebook menunjukkan pujian untuk para pemuda Tunisia khususnya dari Ben Guerdene. Kota itu memiliki sejarah pengiriman relawan untuk konflik Irak juga.

Warga Ben Guerdene yang hidup dari berdagang, menampilkan secara lahiriah semangat keagamaan mereka dan mereka telah menyebar sejak pemberontakan Tunisia tahun lalu yang menggulingkan pemimpin Zine al-abidine Ben Ali, mengatakan bahwa pemuda lebih mungkin secara diam-diam pergi menyelinap untuk bergabung dengan perjuangan bersenjata untuk menggulingkan Assad. Pejuang asing Rezim Syiah Alawite pimpinan Assad sejak awal pemberontakan sering melukiskan plot oleh pejuang asing dan Al Qaeda. Mereka juga menuduhkan pemboman yang menewaskan banyak sipil Suriah kepada kelompok "teroris". Pada bulan Februari, amir Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri mendesak ummat Islam untuk datang membantu perjuangan Suriah. Seruan tersebut diikuti oleh laporan dari Irak yang menyatakan bahwa para pejuang asing dan senjata telah merembes masuk ke Suriah.

Rusia, yang mendukung rezim Assad dan sebagai suplier utama persenjataan, mengklaim pada Maret lalu bahwa Assad memerangi Al Qaeda yang telah mengirimkan sedikitnya 15.000 pejuang asing dan menuduh Libya menjalankan pusat pelatihan. Pria Muslim yang taat Keluarga dari para pemuda Muslim dari kota Ben Guerdene mengatakan mereka adalah Muslim Sunni yang taak yang menghabiskan banyak waktu untuk beribadah. Setidaknya dua dari mereka, termasuk Hossein Mars, telah menghabiskan waktu di penjara di bawah presiden Ben Ali yang didakwa diduga terkait "radikal Islam", ujar keluarga mereka. Setidaknya Muhammad Lafi (26) dipenjara setelah mencoba untuk masuk ke Irak melalui Suriah, keluarganya mengatakan. Dia kemudian pergi ke Aljazair, di mana dia ditangkap dan dikirim kembali ke Tunisia. Ia dipenjara selama tiga tahun dan dibebaskan pada tahun 2010.

Para pemuda itu telah berbicara kepada keluarga mereka tentang keinginan mereka untuk Jihad dan mati sebagai syuhada tetapi tidak mengatakan apapun secara spesifik, sebelum melakukan perjalanan ke Suriah. Walid Hilal telah menghilang sejak 24 Februari, ketika ia mengatakan kepada keluarganya bahwa ia akan ke ibukota untuk sebuah turnamen kung fu. Pria berusia 21 tahun itu telah mendalami olahraga tersebut sejak setahun terakhir. "Anak saya martir. Dia tidak melakukan kesalahan dan saya tidak khawatir tentangnya," ujar Mabrouka ibunya duduk di samping suami dan seorang anaknya yang lain. Dia pernah berkata "Aku akan pergi untuk berjihad dan ibu tidak perlu menangis," tetapi saya tidak pernah menganggapnya serius. Ponsel walid tidak bisa dihubungi sejak ia pergi. Seperti keluarga Mars, keluarga Hilal juga menerima telepon misterius dari sejumlah pria Suriah pada 17 April lalu yang mengatakan Walid telah syahid. "Setelah dua hari, ketika dia tidak menjawab telepon, kami menemukan teman-temannya juga menghilang dan telepon mereka juga tidak bisa dihubungi.

Kami merasa sesuatu telah terjadi dan kami mendengat bahwa beberapa dari mereka menelepon orang tua mereka dari Turki dan mengatakan mereka pergi ke suriah," ujar Taher Hilal. "Yang kami tahu dia telah martir, tetapi bagaimana dan mengapa kami tidak memiliki gambar dan bukti."Keluarga mengatakan anak-anak mereka tidak terlibat dengan partai politik, namun mengikuti perkembangan berita di Suriah. "Dia suka sholat dan puasa. Sejak masih kecil ia taat beragama," ujar ibu Lafi sambil menyeka air mata dengan kerudungnya. "Dia selalu ingin mati syahid." Berbeda dengan keluarga Mars dan Hilal, keluarga Lafi tidak menerima panggilan telepon misterius, tetapi anak tertua mereka menghubungi mereka dari nomer telepon Suriah.

Sumber : (haninmazaya/arrahmah.com)

Rabu, 23 Mei 2012

Kisah Buya Hamka Dan Si Damir

Ketika kami dalam perjalanan dari Suliki iaitu tempat domisilinya Gabenor Militer dan Pusat Pemerintahan darurat, menuju Maninjau, kami lalu disebuah desa yang namanya Palembayan. Orang kampung menyambut kedatangan Buya Hamka. Kami tinggal beberapa malam, ayah memberikan penerangan dan mengobarkan semangat rakyat melawan Belanda. kebetulan kedatangan kami bertepatan dengan saat mereka menuai padi. Nah ini dia kesempatan kami mahu makan seperti 'engku lebai', fikir saya dan memang kami pun menikmati hidangan-hidangan enak, hidangan orang pulang padi.

Waktu pulang orang kampung memberikan kepada kami beberapa liter beras untuk dibawa pulang. Masing-masing kami dibebani dengan beras yang meskipun mengangkat pertama terasa enteng, namun bila dipikul terus dalam perjalanan yang memerlukan waktu sehari penuh, tentu sangat menyeksa kami.

Saya sangat segan membawanya, tetapi ayah memelototkan matanya kerana berdosa menolak pemberian orang. Kami pun berangkat bertiga dengan Ihsanuddin Ilyas. Belum lima ratus meter, kami sudah berhenti istirehat, apalagi bila mendaki gunung. Kami berhenti sejenak memandang tingginya pendakian yang bakal ditempuh. Dalam saat itulah seorang laki-laki yang belum kami kenal muncul diantara kami.

"Apa khabar Buya, mahu kemana buya, dari mana Buya", tanyanya bertubi-tubi menyebut Buya, Buya, Buya. "Namo ambo Damir dari kampung anu. Mari saya bantu membawakan beban Buya", katanya menawarkan pertolongannya.

Si Damir orang memang agak lucu, kulitnya putih dengan wajah kemerah-merahan dan pendek kurus. Ketawanya mengakak lengking dan pecinya sedikit kebesaran.

"Terima kasih atas bantuan sutan", jawab ayah seraya memberikan bebannya. Kami pun melangkah mendaki bukit yang cukup tinggi dan Damir yang rupa-rupanya sudah mengenali situasi medan dengan lincah mendahului kami. Makin lama, Damir makin jauh lalu saya berteriak kuat-kuat; "Mak Damiiiiirrrr!" Dari jauh kedengaran jawab; "Ooooooiiii".

Kami berjalan terus, makin lama beras dibahu saya semakin menekan, lalu kami berhenti membahagi dua beban itu, setengahnya dimasukkan ke dalam bungkusan ayah dan setengahnya lagi saya bawa, sedang beras yang tadi dibawa ayah telah diambil oleh Damir yang baik itu.

Tak lama kami tiba disuatu pondok tempat orang mengilang tebu, untuk dijadikan gula model Lawang yang berwarna coklat kemerahan. Damir telah lebih dulu menunggu. Dan dia lebih dulu pula melepaskan dahaganya. Kami pun duduk istirehat sambil memperhatikan jalannya kilangan tebu yang ditarik oleh seekor kerbau itu. Sewaktu akan berangkat, ayah bertanya kepada tukang kilang itu berapa harga air tebu yang kami minum. orang itu menghitung hasilnya; ayah, Ihsan dan saya minum dua mangkuk, mangkuknya dari tempurung kelapa. Tapi Damir minum 5 mangkuk. Ayah menyeluk kantungnya. Dan kami pun melanjutkan perjalanan.

"Lah litak Buya", tanya Damir menanyakan apakah ayah sudah lapar. "Benar', jawab ayah, dan saya serta Ihsan pun merasakan hal yang sama. Hari itu kira-kira pukul 12 siang, Damir memberikan keterangan bahawa tak jauh dari situ ada warung yang enak, gulai ayamnya selalu panas dan nasinya pun nikmat kerana selalu memasak beras baru. Mendengar cerita Damir, perut pun semakin litak.

Kami sampai diwarung itu dan dengan agak kurang sabar memesan makan dan minum. Damir yang punya pengalaman dengan suara keras memesan makanan. Tapi lebih dahulu ia bertanya pada ayah;"Kopi Buya", tanyanya dan ayah mengangguk. "Hei kopi dua", kata Damir kepada yang punya warung, satu untuk ayah dan satu lagi untuknya.

"Tambah nasinya Buya', ayah mengangguk lalu Damir berteriak lagi; "Tambah dua", dua piring tambah itu, satu untuk ayah dan satu lagi untuk Damir. Damir melihat pada saya dan Ihsan, rupanya kami berdua dilihatnya kurang banyak mengambil gulai, maklum kami tahu wang yang ada dalam poket ayah adalah untuk diberikan pada ummi yang menanti. "Hei, kenapa tidak pakai gulai, tambah gulainya ya" kata Damir, sebelum saya menjawab, Damir telah berteriak "Tambah gulai", gulai yang diminta pun datang tapi lebih dahulu Damir mengisi piringnya.

Saya dan Ihsan, juga ayah diam saja menyaksikan gerak geri Damir yang serba cepat makannya. Dan mulutnya tak berhenti berteriak-teriak sambil mengunyah nasi. Sekali-sekali dia berdiri menjangkau petai yang tergantung dan menyambar sambal yang memang selalu berpindah-pindah tempat.

Selesai makan, Damir masih sempat meminta pisang dan berteriak lagi tambah dua gelas kopi, satu untuk ayah dan satu lagi untuk dirinya sendiri, "kopi dua". Perut kami memang lapar hari itu dan makan pun seperti kata Damir memang nikmat sekali, oleh sebab itulah saya dan Ihsan membiarkan saja berbagai-bagai permintaan Damir.

"Berapa semua", tanya Damir kepada yang punya warung sambil berdiri siap-siap hendak berangkat. Saya lupa berapa harga makanan yang masuk perut Damir. Yang punya warung menghitung lama sekali dan kemudian menyebut sesuatu jumlah yang terasa agak mahal. Tapi kami semua tenang saja kerana Damir sudah berdiri lebih dahulu, kami kira dialah yang akan membayar. "Seratus semua", jawab orang warung. Damir tahu-tahu memandang kepada ayah dan meneruskan ucapan pemilik warung itu: "Seratus semua Buya", dia lalu mengangkat bebannya dan terus melangkah mendahului kami.

Saya lihat ayah menghitung-hitung kembali wang yang harus dikeluarkannya, yang barangkali menimbulkan penyesalan dalam hatinya. Saya ingat ummi dan adik-adik menyesal kerana makan lupa pada nasib mereka yang barangkali makan ubi sekali sehari selama kami tinggalkan. Ketika meninggalkan warung itu, ayah, ihsan dan saya tak banyak lagi berbicara.

Cerita tentang Damir belum selesai atau kalau diselesaikan cukup membikin hati sangat sedih. Sebelum kami menurun kampung Maninjau, Damir yang telah mendahului kami kelihatan duduk di sebuah pondok dekat sungai yang banyak batu-batunya. "Ada apa Damir?" tanya ayah. "Sakit perut", jawabnya. Dia kemudian mempersilakan kami berjalan duluan. Katanya dia akan membongkar isi perutnya disungai itu.

Kami pun berjalan menurut kehendak Damir. Setelah lama berjalan, Damir belum juga kelihatan menyusul, berkali-kali kami melihat ke belakang, Damir tak kunjung nampak. Tapi perjalanan diteruskan, langkah kami pun semakin kencang ingin cepat sampai dirumah kerana kampung telah kelihatan.

Setiba kami dikampung, anak-anak kecil berteriak: "Buya Hamka pulang, Buya Hamka pulang", dan orang-orang kampung keluar menyambut kedatangan kami. Beban-beban kami dibantu membawakan. Ummi berdiri didepan pintu dengan senyum bahagia.

Dalam suasana gembira itu kami lupa pada Damir. Barulah setelah segala beban yang dibawa dibuka bersama, ayah teringat pada Damir, Ihsan disuruh menyusul kalau-kalau tak tahu letak rumah kami. Tapi Damir tak kelihatan. Sampai matahari tenggelam Damir tak juga datang. Besok paginya pun Damir masih belum sampai-sampai juga.

Adapun beras yang dibawanya tak kurang dari 40 liter, bererti kami boleh makan selama sepuluh hari. Orang yang tak punya "Damir"(hati nurani itu lambat laun kami lupakan atau terlupakan.

Sumber : Hamka Pujangga Islam Kebanggan Rumpun Melayu Menatap Peribadi Dan martabatnya Oleh H. Rusydi Hamka m/s 98-103

Jumaat, 11 Mei 2012

Perintah Mengucapkan Selawat Dan Salam Bagi Orang Yang Mendengar (Disebutkan) Nama Nabi saw


Hadis No. 336 (Sahih) Kami telah meriwayatkan dalam kitab at-Tirmizi dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah saw pernah bersabda : "Terhina (celaka)lah seseorang yang apabila namaku disebut dihadapannya, tetapi ia tidak berselawat untukku" Imam at-Tirmizi mengatakan : Hadis ini hasan. Nota : Sahih kitab al-azkaar wa dhaiifuhu, Syeikh Salim al-Hilali no.241. hadis ini sahih lighairihi. Diriwayatkan oleh at-Tirmizi (3613), Ahmad (II/254) dan al-Hakim (I/549) dari jalan Abd. Rahman bin Ishak dari Said bin Abi Said al-Maqbari dari Abu Hurairah ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah saw (lalu iamenyebutkannya)". Berkata at-Tirmizi : "Hadis ini hasan gharib". Saya(Syeikh Salim al-Hilali) berkata: "Benar apa yang ia katakan, tetapi hadis ini memiliki beberapa syahid(penguat) dari sekelompok Sahabat yang dapat mengangkatnya ke derajat Sahih".

Sumber : Sahih Dan Dhaif Kitab al-Azkar Imam an-Nawawi ditahqiq oleh Syeikh Salim Bin Ied al-Hilali mukasurat 377 jilid 1

Jumaat, 24 Februari 2012

Buya Hamka Bercerita Tentang Engku Lebai



Dalam pengembaraan kami selama perang kemerdekaan, bila tiba disuatu kampung, kami selalu dijamu makan oleh orang-orang kampung itu dengan makan enak. Buya Hamka datang dalam keadaan kita susah, Buya masih ingat juga pada kita. Begitu kata orang-orang kampung itu, dan ayam pun dipotong.

Sebelum makan, ayah mengedipkan matanya pada saya, maksudnya agar saya menjaga tertib sopan kalau makan dirumah orang. Saya mengerti makna kod itu kerana telah "diindoktrinasi" dalam percakapan-percakapan disepanjang perjalanan dan tatkala sebelum tidur.

Ayah pun mengingatkan saya "Kita sekarang dalam keadaan susah, orang-orang kampung itu melayani dengan menyediakan makan enak, padahal mereka sendiri sama sahaja dengan kita, oleh sebab itu, kalau dihidangkan makanan yang enak, jangan 'cama' (rakus) siapa tahu, berceritalah ayah :

Pada suatu hari ada seorang engku lebai, kerjanya tukang baca doa bila ada kenduri. Engku Lebai itu setiap bangun pagi yang difikirkannya, dimanakah orang kenduri hari itu.

Maklum lebai itu tak mampu membeli dan menggulai ayam sendiri. Maka dia pun sejak pagi mundar mandir mencari-cari rumah orang yang kenduri.

Dilain tempat, ada seorang nenek tua yang hari itu seperti orang kehilangan akal memikirkan mahu kenduri, berhubung 40 hari kematian suaminya. Nenek itu ingin melupakan kenduri 40 hari itu, tahu-tahu dia lihat engku lebai lalu didepan rumahnya.

"Masya-Allah" kata nenek itu dalam hatinya. Engku lebai telah mengingatkan saya kepada kewajipan. Nenek itu pun sibuk memikirkan kewajipannya. Satu-satunya yang masih berharga untuk dijual adalah paculnya, yang lain tidak boleh lagi dijadikan wang. Apa boleh buat, paculnya itu pun dijual dan wangnya itu pun dibelikan seekor ayam besar dan bakal bumbu-bumbunya.

Keesokan harinya, Engku Lebai pun dipanggil bersama beberapa orang tetangga. Bukan main enaknya makan engku lebai pada hari itu, berkali-kali dia menambah nasi dan menambah gulai ayamnya, sementara nenek tua itu memandang tamu-tamu sedang makan dari sudut pondoknya.

Selesai makan, engku lebai membaca doa dan selesai membaca doa sebelum pulang engku lebai yang tak mampu lagi menundukkan kepala kerana kekenyangan berkali-kali mengucapkan "Alhamdulillah" sambil mengusap perutnya yang menjadi buncit.

Tiba-tiba nenek itu berkata sendiri yang didengar oleh engku lebai serta tamu-tamu yang hadir.

"Engku Lebai enak-enak baca Alhamdulillah, bagi saya pacul yang terjual"

Mendengar ucapan nenek itu, baik engku lebai mahupun tamu-tamu lain, terus saja angkat kaki.

Demikianlah cerita ayah, dengan cerita itu, ayah mengibaratkan kami sebagai engku lebai yang masuk kampung keluar kampung dalam keadaan orang yang susah. Oleh sebab itu jangan rakus bila dijamu makan.

Sumber : Hamka Pujangga Islam Kebanggan Rumpun Melayu Menatap Peribadi Dan martabatnya Oleh H. Rusydi Hamka m/s 96-97

Ahad, 19 Februari 2012

Wilayah Abyan, Yaman Yang Dikuasai Mujahidin Ansar al-Syariah Telah Laksanakan Syariat


Mujahidin Ansar Al-Sharia (salah satu sayap Al Qaeda di Semenanjung Arab) telah menguasai provinsi Abyan. Di Abyan, Syari’at Islam ditegakkan, termasuk di dalam pengadilan untuk menegakkan hukum Allah terhadap setiap kasus yang dihadapi termasuk penegakkan hukuman tehadap mata-mata musuh. Berikut ini adalah penyataan resmi dari Komite Kehakiman terkait pelaksanaan hukuman yang ditetapkan Allah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah terhadap sekelompok mata-mata yang telah bekerja untuk Amerika dalam membantu Amerika untuk melancarkan serangan terhadap Mujahidin. Berikut terjemahannya:

***

18 Rabi’ul Awwal 1433 H

Pernyataan No.31

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Pernyataan pengadilan Syari’ah di Wilayah Abyan - Imarah Waqar

Tentang pelaksanaan hukuman yang ditetapkan Allah terhadap sekelompok mata-mata

Segala puji bagi Yang Berfirman: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”(QS. Al-Maidah:33), dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah. Dan kemudian:

Pertama: Pengadilan Syari’ah di Wilayah Abyan – Imarah Islam Waqar telah menegakkan hukuman untuk mengeksekusi mati sebagai hukuman yang ditetapkan terhadap yang bernama Abu Essa Hassan Naji Hassan Al-Naqib setelah dia dihukum karena merekrut mata-mata yang bekerja untuk pesawat Amerika dan mengirim chips kepada mata-mata, dia juga adalah pengawas langsung dalam pemasangan (chips) di lokasi dan mobil-mobil Mujahidin, dan mengirimkan sejumlah uang kepada mata-mata yang bernama Abu Abdurrahman Al-Maribi Salih Ahmed Salih Al-Jaamili untuk kembali memasang chips pada mobil-mobil Mujahidin dan yang telah terbunuh (syahid insya Allah) akibat pemboman kepada kelompok Mujahidin pada mobil pertama:

1) Akhi Mujahid, Komandan Abu Usama Ali bin Mubarak Firas dari suku Jahm Marib
2) Akhi Mujahid, Abu Tamim Musab Mabkhot bin Abboud Al-Shariff dari suku Asraf di Marib
3) Akhi Mujahid, Abu Said Jabir bin Abboud Al-Sharif dari suku Abida
4) Akhi Mujahid, Hamad bin Said Gharib dari suku Abida
5) Akhi Mujahid, Alawai bin Shafaan dari suku Dahim
6) Akhi Mujahid, Khamis bin Safyan dari suku Dahim
7) Akhi Mujahid, Abu Amar Al-Jahmi dari suku Jahm

Mobil kedua:

1) Akhi Mujahid, Komandan ‘Muwahid Al-Maribi’ Ali bin Said bin Jamil dari suku Abida
2) Akhi Mujahid, Komandan Ibrahim Al-Najdi Abdullah Al Faraj dari suku Shammar
3) Akhi Mujahid, Salih bin Andullah Al-Aqeeli dari suku Al-Aqeel.

Semoga Allah merahmati mereka semua

Yang bernama Abu Essa Hassan Naji Hassan Al-Naqib mengakui semuanya yang berkaitan dengan tuduhan itu dan dia menghadapi hukuman yang adil, dan menginginkan peradilan kepada yang terkait dengan kasus ini karena partisipasi langsung mereka dalam merekrut dan membangun jaringan pengintaian, yang bekerja dan menghubungkan dan terkait dengan “Keamanan Nasional Amerika Yaman”, yang bernama sebagai berikut: Ali bin Said bin Maili, yang bernama: Maez bin Nassir bin Qimad, yang bernama: Khamis Al-Mashiee.

Kedua: Pengadilan Syari’ah di Wilayah Abyan – Imarah Islam Waqar telah menegakkan hukuman untuk membunuh dan menyalib sebagai hukuman yang ditetapkan terhadap yan gbernama ‘Abu Abdurrahman Al-Maribi Salih Ahmaed Salih Al-Jaamili setelah dia dihukum karena mengintai dan memasang langsung dua chips untuk pemboman pesawat tempur Amerika kepada Mujahidin di Zinjibar dan yang telah terbunuh (syahid insya Alllah) akibat pemboman itu adalah:

1) Akhi Mujahid, Komandan Abu Usama Ali bin Mubarak Firas dari suku Jahm Marib
2) Akhi Mujahid, Abu Tamim Abu Said Jabir bin Said Al-Shabwani dari suku Al-Ashraf di Marib
3) Akhi Mujahid, Abu Said bin Gharib dari suku Abida
4) Akhi Mujahid, Hamad bin Said bin Gharib dari suku Abida
5) Akhi Mujahid, Alawai bin Shafaan dari suku Dahim
6) Akhi Mujahid, Khamis bin Safyan dari suku Dahim
7) Akhi Mujahid, Abu Amar Al-Jahmi dari suku Jahm

Mobil kedua:

1) Akhi Mujahid, Komandan ‘Muwahid Al-Maribi’ Ali bin Said bin Jamil dari suku Abida
2) Akhi Mujahid, Komandan Ibrahim Al-Najdi Abdullah Al Faraj dari suku Shammar
3) Akhi Mujahid, Salih bin Andullah Al-Aqeeli dari suku Al-Aqeel.

Dan terdakwa Abu Abdurrahman Al-Maribi Salih Ahmen Saslih Al-Jaamili mengakui (semua tuduhan terhadapnya –red) sebelum Komite Kehakiman menjatuhkan tuduhan terhadapnya dan dia menghadapi hukuman yang adil, dan menginginkan peradilan untuk semua yang terkait dengan kasus ini, sebagai berikut: yang bernama: Ali bin Said bin Maili, yang bernama : Maez bin Nassir bin Qimad, yang bernama: Khamis Al-Mashiee karena partisipasinya dalam perekrutan yang bernama Abu Abdurrahman Al-Maribi Salih Ahmed Salih Al-Jaamili dan mendukungnya dengan uang, teknologi, dan menjamin kontak langsung dengan ruang operasi yang mengendalikan pesawat tempur Amerika melalui “Keamanan Nasional”.

Ketiga: Pengadilan Syari’ah Wilayah Abyan – Imarah Islam Waqar telah menegakkan hukuman untuk mengeksekusi mati sebagi hukuman yang ditetapkan terhadap Ramzi Mohammad Qaid Al-Ariqi setelah dia dihukum karena memata-matai untuk intelijen Saudi, dan dia melakukan beberapa operasi pengintaian di dua Wilayah Waqar dan Azaan dan merekam beberapa instalasi vital seperti Rumah Sakit dan beberapa Masjid dan mengirimnya kepada yang bernama Abu Delim Hussein bin Saad Al-Qahtani yang bekerja sebagai pejabat intelijen untuk Al-Saud, dan yang bernama: Ibrahim bin Sulaiman Al-Duraibi, wakil Imarah daerah Asir untuk urusan keamanan, dan dia telah mengakui sebelum Komite Kehakiman menjatuhkan tuduhan terhadapnya, dan dia menginginkan peradilan untuk semua yang terkait dengan kasus ini, sebagai berikut: Majli bin Mana Abu Rasain Al-Waeli dan Abu Delim Hussein bin Saad Al-Qahtani dan Ibrahim bin Sulaiman Al-Duraibi karena patisipasi mereka dalam merekrut yang bernama Ramzi dan terhubung dengan ruang operasi pesawat mata-mata Amerika , dan hukuman akan dilaksanakan di Azaan dimana dia ditangkap.

Dan kemenangan datangnya dari Allah

Komite Kehakiman

Wilayah Abyan – Imarah Islam Waqar

Selasa, 17 Januari 2012

Ketakutan Israel Bila Basyar al-Assad Jatuh Dari Tampuk Kekuasaan



Israel sangat takut bila Presiden Bashar al-Assad jatuh, maka Suriah akan jatuh ke tangan Ikhwanul Muslimin. Israel akan benar-benar terkepung. Seperti dikatakan Perdana Israel Benyamin Netanyahu, bila Bashar al-Assad jatuh, maka Syria akan jatuh ke tangan Ikhwanul Muslimin.

Israel seperti dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta, bahwa pasca revolusi di dunia Arab, nasib Israel benar-benar sangat buruk, dan terkepung dengan rezim-rezim baru, yang sangat tidak bersahabat dengan Israel. Israel harus melakuka pilihan berdamai dengan dunia Arab dan Palestina.

Kejatuhan Bashar al-Assad, sangat dikawatirkan Syria akan jatuh ke tangah Ikhwan. Berarti Israel di kelilingi kekuasaan yang dikenedalikan oleh Ikhwan. Mesir, negeri yang paling strategis posisi geopolitiknya, dan berpenduduk 87 juta, sekarang kekuasaan beralih ke tangan Ikhwan. Bersamaan dengan kemenangan Partai Kebebasan dan Keadilan, yang mencapai 40 persen dukungan suara dari rakyat.

Situasi politik di Mesir masih ditambah dengan kemenangan Partai Nur, yang didirikan oleh Salafi, mendapatkan dukungan yang sangat signifikan suaranya, yang mencpai hampir 30 persen. Sehingga, gabungan Partai Kebebasan dan Keadilan dangan Partai Nur, sudah mencapai 70 persen, dan dengan sendirinya, dapat merubah konstitusi Mesir, yang akan mempunyai implikasi serius bagi masa depan.

Palestina suda lama, kekuatan Ikhwan menancapkan kukunya di tanah Palestina, sejak zamannya Hasan al-Banna mengirimkan ribuan pasukan sukeralawan ke Palestina, dan kemudian dilanjutkan oleh Izzudin al-Qassam, yang merupakan seorang kade Ikhwan. Seperti halnya, Ahmad Yasin dan Haniya, merupakan tokoh yang berafiliasi secara ideologis dan politik kepada Ikhwan.

Sheik Yasin merupakan generasi kedua setelah Izzudin Al-Qassam, yang berjuang membebaskan Palestina. Sekarang Sheik Yasin digantikan oleh Ismail Haniya. Mereka merupakan generasi penerus Ikhwan.

Di Lebanon, kekuatan Ikhwan tidak dapat dipandang lemah, yang merupakan jaringan gerakan, yang dikeknal "Murobithun", yang merupakan gerakan sayap militer dalam gerakan Ikhwan di Lebanon.

Tokoh-tokoh Ikhwan Libanon, seperti Fathi Yakan, dan Said Hawa, merupakan tokoh-tokoh yang terus menggelorakan perlawanan terhadap Israel. Meskipun, landscape politik di Lebanon sekarang dikuasai oleh Hisbullah. Tetapi, kelompok Ikhwan tetap memiliki "share" politik di Lebanon.

Demikian juga, di Yordania, kekuatan Front Amal Islami, yang menjadi sayap politik Ikhwan, terus melakukan tekanan terhadap Raja Abdullah, yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Yordania, menginginkan agar hubungan bilateral dengan Israel dibatalkan. Front Amal Islami, mempunyai dukungan yang luas, dan memiliki kekuatan yang dukungan dari rakyat Palestina.

Tokoh-tokoh Ikhwan di Suriah sudah habis dibantai oleh Hafez al-Assad, ayah dari Bashar al-Assad, di tahun l982, tetapi kota Hamma (Home), tetap menjadi pusat gerakan terhadap rezim Alawiyyin (Syiah).

Ikhwan sejak zamannya Ramadhan al-Buthi, dan sejumlah tokoh lainnya, terus melakukan perlawanan terhadap rezim minoritas Alawiyyin, yang menggunakan pasukan militer mereka membasmi gerakan Ikhwan.

Tetapi, sejak tahun l982, di mana Ikhwan dibantai oleh Hafez al-Assad, sekarang mereka menggunakan taktik baru, yang diinspirasi oleh Hamas, melalui cara "Intifadhah" perlawanan dalam bentuk pembangkangan sipil dan demonstrasi.

Ini membuat rezim Bashar al-Assad, menghadap kesulitan. Apalagi, kelompok Ikhwan di Suriah sekarang mendapatkan dukungan dari Turki, dan sejumlah LSM internasional dibidang hak-hak asasi manusia.

Israel menyakini Bashar al-Assad pasti akan kalah dan hancur. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Jenderal Benny Gantz mengatakan, kepada anggota Komite Knesset, bila Bashar al-Assad jatuh, maka militer Israel segera akan masuk ke Suriah.

Ini sudah tidak mungkin lagi ditolelir, di mana rezim-rezim yang dahulunya menjadi sekutu Israel, sekarang jatuh ke tangan kelompok "teroris". Ikhwan di mata Israel tetap merupakan kelompok radikal, yang sama dengan teroris. Hamas yang merupakan anak asuh Ikhwa itu, tak lain adalah kekuatan teroris, yang akan mengancam masa depan Israel.

Seperti garis yang melingkar dari mulai Mesir, Tunisia, Maroko, Aljazair, Yaman, sampai ke Suriah, kekuatan Ikhwan, nampaknya akan menjadi penentu garis politik di Timur Tengah di masa depan. Ikhwan akan menjadi pemain utama, pasca revolusi di dunia Arab dan Afrika Utara.

Kemenangan dalam pemilu yang sekarang ini berlangsung, nampaknya memberi ruang lebih luas bagi Gerakan Jamaah Ikhwan memposisikan dalam episentrum politik secara regional di dunia Arab dan Afrika Utara.

Di Mesir pemilu parlemlen dimenangkan oleh Partai Kebebasan dan Keadilan, di Tunisia dimenangkan Partai An-Nahdhah, di Maroko dimenangkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan, di Yaman kemungkinan yang akan menjadi penentu Partai Ishlah.

Semuanya kekuatan politik baru ini, merupakan produk Ikhwan. Dan para pemimpin Ikhwan memainkan peran politik dengan sangat cerdik, yang terkadang menimbulkan prasangka dikalangan Islam sendiri, yang menilai Ikhwan bermain dalam tataran politik, bergaya "murji'ah".

Penentu kebijakan di Yerusalem dan Washingtong sedang galau melihat perubahan poltik, yang sangat dramatis di dunia Arab dan Afrika Utara, di mana kalangan sekuler dan liberal digulung oleh kalangan Islamis.

Meskipun, Gedung Putih sudah mengeluarkan ratusan juta dollar untuk menggagalkan kaum Islamis agar mencapai kemanangan.

Tetapi, segala telah berubah, dan tidak mungkin lagi jarum jam, akan ditarik ke belakang, dan segala telah memberikan harapan bagi Gerakan Islam.

Tentu, yang paling menarik perkembangan di Turki, di mana Partai AKP yang dipimpin oleh Perdana Menteri Erdogan, benar-benar berhasil mengubah posisi militer. Militer Turki diposisikan dibawah supremasi sipil. Militer tidak lagi dapat mengetervensi pemerintah, dan membubarkan pemerintah partai politik.

Sekarang posisi Turki semakin jauh. Akibat peristiwa Kapal Mavi Marmara itu, hubungan Turki-Israel, boleh dibilang putus. Semua hubungan bilateral dengan Israel dibekukan. Padahal, antara Turki dan Israel, keduanya menjadi anggota Nato. Tetapi, Turki tetap memilih jalan menolak hubungan dengan Israel, sampai meminta maaf.

Kolaborasi antara Ikhwan dengan Partai AKP sangat nampak, di mana saat kunjungan Perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan, bertemu dengan Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin, Mohammad Badie, dan melakukan pembicaraan bagi masa depan dunia Arab dan kaum Muslimin.

Perdana Menteri Hamas Haniya, juga melakukan kunjungan ke Turki, dan bertemu dengan Erdogan. Ismail Haniyah bukan hanya bertemu dengan Erdogan di kantornya di Ankara, tetapi Haniyah di jamu di rumah Erdogan di rumah pribadinya. Dukungan Turki terhadap Palestina secara total. Tidak menunjukkan adanya keraguan.

Israel benar-benar terkepung saat sekarang ini. Seperti dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, bahwa Israel sekarang sudah terkepung, dan Benyamin harus berdamai dengan Palestina. (al-afghan)

Sumber : eramuslim.com