Sabtu, 31 Disember 2011

Adakah Syiah Imamiyyah Ithna Asyariyyah Adalah Rafidhah?



Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata "Aku bertanya ayahku (Imam Ahmad), Siapakah Rafidhah? Beliau menjawab "Orang yang memaki hamun Abu Bakar dan Omar ra". (As-Sharimu al-Maslul 'ala Syatimi ar-Rasul, hal. 567)

Rafidhah adalah satu golongan pelampau yang menganut fahaman-fahaman yang bertentangan sama sekali dengan ajaran Islam. Diantara fahaman dan ajaran mereka ialah:-

1. Al-Quran yang ada hari ini ialah al-Quran yang sudah ditokok tambah dan diselewengkan.

2. Sahabat-sahabat Rasulullah saw telah murtad sepeninggalan Baginda saw.

3. Hadis-hadis yang boleh diterima hanyalah hadis-hadis yang diriwayatkan daripada Imam-Imam Ahlul Bait menurut saluran mereka sahaja. Hadis-hadis yang diriwayatkan oleh kebanyakan Sahabat termasuk isteri-isteri Rasulullah saw adalah tertolak kerana mereka telah murtad selepas kewafatan Rasulullah saw dan kerana mereka telah banyak mencipta hadis-hadis palsu.

4. Raj'ah iaitu kepercayaan bahawa Imam-Imam akan dihidupkan semula sebelum qiamat untuk menghukum orang-orang yang telah merampas hak-hak mereka (Ahlul bait) dan telah menganiayai mereka termasuk saidina Abu Bakar, Omar, Osman, Aisyah, Muawiyyah dan lain-lain sahabat.

5. Imamah atau walayah iaitu kepercayaan bahawa Imam-Imam dilantik dan ditentukan oleh Allah swt. Imamah adalah salah satu rukun Iman, sesiapa yang tidak percaya kepada rukun ini tidaklah ia termasuk ke dalam golongan orang-orang mukmin.

6. Ismah iaitu kepercayaan bahawa semua Imam adalah maksum (terpelihara daripada dosa-dosa sama ada besar atau kecil). Imam-imam itu juga tidak bersalah atau tersilap didalam tindak tanduknya.

7. Al-Baraa'ah atau Tabarri iaitu kepercayaan berlepas diri dan memutuskan hubungan kasih sayang dengan semua khalifah-khalifah senelum Ali ra iaitu Abu Bakar, Omar dan Osman ra.

8. Ghaibah iaitu kepercayaan tentang adanya Imam yang lenyap dan akan kembali ke dunia setelah dunia ini dipenuhi oleh kezaliman dan kekacauan dengan membawa keadilan pemerintahannya.

9. Taqiyyah iaitu kepercayaan menyembunyikan fahaman yang sebenarnya dan melahirkan yang lain daripada apa yang ada didalam hati. Taqiyyah juga merupakan satu ciri keimanan bagi orang-orang Syiah.

10. Mut'ah (kahwin Kontrak) dan lain-lain kepercayaan dan fahaman yang sama sekali tidak ada kena mengenanya dengan agama Islam.

Lantaran kepercayaan mereka yang menyeleweng dan tersasul begitu jauh sekali dari ajaran Islam yang sebenarnya maka kita dapati ulama'-ulama' Islam sejak dahulu hingga sekarang menentang sekeras-kerasnya segala ajaran dan fahaman yang dibawa oleh mereka. Ulama' Islam telah menggambarkan golongan Rafidhah ini dengan seburuk-buruk gambaran malah telah mengeluarkan mereka dari agama Islam yang suci murni.

Sumber : Syiah Rafidhah Diantara Kecuaian Ulama' dan Kebingungan Ummah oleh Muhammad Asri Yusoff halamam 17-18.

Ahad, 4 Disember 2011

Ikhwan Tegaskan Kembali Tidak Akan Paksakan Syariat Islam di Mesir



Sayap politik Ikhwanul Muslimin, muncul sebagai pemenang terbesar dalam putaran pertama pemilihan parlemen, dan mereka berusaha meyakinkan warga Mesir pada Sabtu kemarin (3/12) bahwa mereka tidak akan mengorbankan kebebasan pribadi dalam mengkampanyekan syariat Islam.

Wakil kepala partai Kebebasan dan Keadilan, Essam el-Erian, kepada Associated Press dalam sebuah wawancara telepon menegaskan bahwa kelompoknya tidak tertarik dalam usaha untuk memaksakan nilai-nilai Islam di Mesir, yang juga rumah bagi minoritas Kristen yang cukup besar.

"Kami mewakili partai Islam yang moderat dan adil," kata el-Erian. "Kami ingin menerapkan dasar-dasar hukum Syariah secara adil yang menghormati hak asasi manusia dan hak-hak pribadi," katanya menegaskan.

Komentar-komentar ini merupakan indikasi paling jelas bahwa Ikhwan berusaha menjauhkan diri dari Partai Salafi An-Nur, yang menjadi pemenang kedua pada tahap pertama pemilu.

Ikhwan baru-baru ini membantah dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berusaha untuk membentuk aliansi dengan Partai An-Nur di parlemen, dengan menyebutnya sebagai prematur dan hanya spekulasi media.

Pada hari Sabtu kemarin, el-Erian menegaskan bahwa Ikhwan tidak berbagi aspirasi dengan partai An-Nur yang lebih keras untuk secara ketat menegakkan aturan-aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari rakyat Mesir.

"Kami menghormati semua orang dalam memilih agama dan kehidupan mereka," kata el-Erian.(fq/ap)

Sumber : http://www.eramuslim.com/

Khamis, 1 Disember 2011

Muslim Sanjak



Apa hubungan antara Turki dengan Serbia? Bertahun-tahun, Muslim Serbia terpecah menjadi dua kelompok besar, dan sekarang Turki hadir untuk mengakhiri perpecahan antara dua kelompok itu.

"Ini adalah isu-isu kontroversial yang telah lama dibahas di Serbia, di Sandzhak," kata Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu.

Mengapa Sandzhak? Sandzhak adalah wilayah historis yang terbentang sepanjang perbatasan antara Serbia dan Montenegro.

Muslim di Sandzhak terbagi antara dua kelompok; Komunitas Islam Serbia dan Masyarakat Islam di Serbia. Apa bedanya? Dipimpin oleh Muammer Zukoric, Komunitas Islam Serbia memiliki hubungan dekat dengan Grand Mufti Bosnia Herzegovina, sedangkan kelompok lain, dipimpin oleh Adem Zilkic, yang didukung oleh Beograd.

Perpecahan antara dua kelompok Muslim ini memicu kekhawatiran akan destabilisasi wilayah dan ketegangan antara Serbia dan Bosnia dan Herzegovina, yang merupakan bekas Yugoslavia. Apalagi Serbia dan Bosnia mempunyai sejarah kelam yang panjang akan pembantaian Muslim.

"Bukan solusi satu malam yang sedang dicari, tapi iklim kesepakatan yang muncul," kata Davutoglu, yang mengadakan pembicaraan dengan pihak Serbia, Presiden Boris Tadic dan Menteri Luar Negeri Vuk Yeremic.

"Kami ingin menyelesaikannya dalam waktu singkat."

Nama Sandzhak berasal dari Sanjak dari Novi Pazar, sebuah distrik administrasi zaman kekaisaran Ottoman sampai Perang Balkan 1912.

Nama ini juga merupakan transkripsi Slavia lokal, yang secara harfiah berarti "bendera" atau "panji nasional " yang digunakan sebagai istilah yang mewakili "provinsi" atau kabupaten ".

Harapan Tinggi

Turki sendiri telah menggelar pertemuan-pertemuan antara para pemimpin agama di Balkan dan kepala Direktorat Urusan Agama Turki Mehmet Gormez terus membantu mengakhiri keretakan-keretakan yang ada.

"Kami harus bekerja dengan sabar," kata Davutoglu.

"Pekerjaan kami bertujuan untuk menemukan kesamaan di mana pandangan-pandangan yang berbeda dapat menyatu bersama-sama."

Inisiatif Turki ternyata disambut oleh Beograd.

"Saya harap kesatuan di Sandzhak akan muncul dari persahabatan antara Turki dan Serbia," kata Davutoglu.

"Kami akan terus bekerja dengan Serbia. Kami meninggalkan Beograd dengan kesan positif," katanya.

"Kami berusaha untuk menyalurkan masalah ini menjadi sesuatu yang lebih positif. Ini jenis masalah yang mempunyai akar, tetapi sebagian besar dari masalah-masalah ini bersifat psikologis. "

Serbia memiliki minoritas Muslim hampir setengah juta orang, sebagian besar etnis Bosnia dan Albania.

Bekas Yugoslavia ini pecah dalam serangkaian perang sipil yang mematikan.

Perang ditandai dengan kejahatan perang massal dan pembersihan etnis (Muslim), yang memuncak dengan perang Bosnia pada tahun 1992.

Setidaknya 200.000 orang tewas dan ribuan dipaksa mengungsi dari rumah mereka dalam perang 1992-1995, yang dipicu oleh pecahnya bekas Yugoslavia.

Hampir 20.000 wanita Muslim secara sistematis diperkosa selama perang.

Dan rakyat Bosnia menyatakan bahwa Serbia adalah dalang "pembersihan etnis" Muslim Bosnia dan Kroasia selama perang itu.

Akankah mulai tahun 2011 dan seterusnya, pembantaian Muslim Bosnia itu terlupa karena Turki? (sa/onislam)

Sumber : http://www.eramuslim.com