Ahad, 13 Februari 2011

Syaikh Qardhawi: Kebebasan Rakyat Lebih Penting dari Penegakkan Syariah


Mempertahankan kebebasan rakyat lebih penting daripada membentuk sistem Syariah (hukum Islam), meskipun kebebasan tetap bagian dari Syariah, kata Shaikh Yusuf al-Qardhawi pada Jumat malam dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Al Jazeera.

Al-Qardhawi, yang merupakan pemikir Islam berpengaruh dan presiden Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim, sangat terkait erat dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar Mesir.

Baru-baru ini, beberapa anggota Ikhwan telah mencoba untuk meringankan kekhawatiran orang bahwa mereka ingin mendirikan negara Islam dengan menegaskan bahwa Ikhwan tidak mengejar kekuasaan, atau menetapkan pemerintahan Islam di Mesir.

Al-Qardhawi juga menekankan bahwa tentara harus melindungi bangsa dan hak-hak rakyat, bukan mengatur negara. Dia menekankan bahwa hak untuk protes damai demi kehidupan yang lebih baik diberikan oleh Islam dan diakui oleh setiap konvensi hak asasi manusia. Dia mengucapkan selamat kepada rakyat Mesir dan bangsa Arab terkait mundurnya Presiden Hosni Mubarak setelah 18 hari perjuangan revolusioner rakyat Mesir.

Dia menggambarkan kaum revolusioner muda sebagai warga Mesir terhormat yang telah menjalankan panggilan tugas untuk terwujudnya keadilan nasional.

Al-Qardhawi menyatakan keyakinannya bahwa Allah telah membantu mereka karena Allah membantu mereka yang melakukan pengorbanan dalam rangka mewujudkan keadilan, menambahkan, "Saya yakin bahwa Allah akan membantu para revolusioner. Saya di dalam khotbah Jumat selalu menyatakan bahwa Allah akan segera membantu pemuda ini , dan memang itulah kenyataan yang terjadi. "

Presiden yang digulingkan bertanggung jawab atas pertumpahan darah, dia mengatakan bahwa "Allah ingin memberikan penghargaan kemenangan ini kepada orang-orang Mesir" dan mencela klaim bahwa rakyat Mesir adalah pelayan dan budak.

Dia menambahkan bahwa Tahrir Square telah menjadi universitas untuk mendidik kebajikan daalam pengorbanan diri, dan menyarankan bahwa lapangan itu harus diganti namanya menjadi "Lapangan Revolusi 25 Januari."

Al-Qardhawi memuji media independen yang berani mengungkapkan fakta-fakta dan mengungkap kebohongan mdia pemerintah media yang sengaja menyesatkan informasi. (fq/almasryalyoum)

Sumber : Eramuslim.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan